Pengertian Pragmatik dalam Studi Bahasa beserta Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam linguistik, pragmatik adalah cabang ilmu yang mempelajari penggunaan bahasa dalam komunikasi sehari-hari. Bidang ini mengkaji bagaimana konteks mempengaruhi interpretasi makna dari sebuah ucapan atau tulisan.
Pragmatik tidak hanya memperhatikan kata-kata yang diucapkan, melainkan juga intonasi, gestur, dan situasi pada saat percakapan berlangsung. Memahami pragmatik dapat membantu menciptakan komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan.
Pengertian Pragmatik dan Contohnya
Menurut buku Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia karya R. Kunjana Rahadi (2005), pragmatik adalah ilmu yang mempelajari kondisi penggunaan bahasa komunikasi manusia yang ditentukan oleh konteks penggunaannya.
Konteks yang dimaksud dalam pragmatik mencakup dua hal:
1. Konteks Sosial
Konteks yang muncul akibat terjadinya interaksi antar anggota masyarakat dalam suatu kelompok sosial dan budaya tertentu. Solidaritas merupakan dasar dari terbentuknya konteks sosial.
2. Konteks Sosietal
Konteks yang ditentukan oleh kedudukan anggota masyarakat dalam institusi sosial yang terdapat pada kelompok sosial dan budaya tertentu. Dasar dari konteks sosietal adalah kekuasaan.
Dalam banyak hal, pragmatik serupa dengan semantik karena keduanya mempelajari tentang makna. Perbedaannya, pragmatik terikat erat dengan konteks, sementara semantik bebas dari konteks. Contoh pragmatik dalam Bahasa Indonesia, antara lain:
“Rumah Makan Padang”, secara semantik mengacu pada rumah makan yang berlokasi di Kota Padang. Namun, secara pragmatik, frasa ini menggambarkan rumah makan yang menyajikan masakan khas Padang, Sumatra Barat.
“Bisa tolong tutup pintu itu?”, merupakan sebuah pertanyaan secara harfiah. Akan tetapi, dalam konteks situasi di ruangan dengan pintu terbuka, pendengar cenderung memahaminya sebagai sebuah permintaan.
“Saya pergi ke sana besok”, memerlukan konteks tertentu untuk dipahami sepenuhnya. Tanpa informasi siapa yang berbicara, lokasi, dan waktu, makna dari kalimat tersebut tidak dapat dipastikan.
Lingkup Kajian Pragmatik
Menurut buku Pragmatik karya Asisda Wahyu Asri Putradi dan Asep Supriyana (2024), lingkup kajian pragmatik meliputi tiga aspek penting, yang dijelaskan sebagai berikuti:
1. Presuposisi
Presuposisi atau praanggapan terjadi ketika sebuah kalimat diasumsikan mengandaikan kalimat lain. Jika kalimat kedua (yang dipresuposisikan) tidak benar, maka kalimat pertama (yang mempresuposisikan) tidak dapat dikatakan benar atau salah.
2. Implikatur
Implikatur merujuk pada makna yang disampaikan secara tidak langsung melalui sebuah kalimat. Implikatur dapat timbul dari konteks percakapan atau secara konvensional melalui penggunaan frasa.
3. Entailment
Entailment mengacu pada hubungan antara dua kalimat, di mana kebenaran kalimat pertama mengikuti kebenaran kalimat kedua, dan ketidakbenaran kalimat kedua secara pasti menjamin ketidakbenaran kalimat pertama.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pragmatik adalah elemen penting dalam studi bahasa. Ilmu pragmatik membantu memahami makna di balik kata-kata dalam konteks komunikasi. (ALF)
Contoh: Ragam Bahasa Indonesia: Macam-macam dan Ciri-cirinya
