Konten dari Pengguna

Pengertian Reaksi Redoks dan Cirinya dalam Reaksi Kimia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian reaksi redoks dan cirinya. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian reaksi redoks dan cirinya. Sumber: www.unsplash.com

Dalam dunia kimia, reaksi redoks merupakan salah satu tipe reaksi kimia yang paling fundamental dan umum. Pengertian reaksi redoks dan cirinya bisa dijadikan materi pembelajaran siswa di rumah.

Menurut buku Kimia, Nana Sutresna (2008:47), reaksi redoks merupakan pasangan reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Jadi, reaksi redoks adalah reaksi yang di dalamnya terjadi serah terima elektron antar zat, atau reaksi yang disertai dengan perubahan bilangan oksidasi unsur.

Pengertian Reaksi Redoks dan Cirinya di Berbagai Situasi

Ilustrasi pengertian reaksi redoks dan cirinya. Sumber: www.unsplash.com

Pengertian reaksi redoks dan cirinya dapat dipahami melalui kata redoks yang berasal dari dua proses kimia yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi dan oksidasi.

Reaksi redoks dapat dijumpai dalam berbagai situasi, mulai dari proses-proses biologis di dalam tubuh manusia hingga reaksi kimia yang terjadi di dalam baterai dan sel-sel bahan bakar.

Reaksi redoks dapat diidentifikasi melalui konsep bilangan oksidasi, yang menggambarkan distribusi elektron dalam molekul. Bilangan oksidasi menunjukkan apakah suatu unsur dalam senyawa tersebut kehilangan atau mendapatkan elektron dalam reaksi.

Ada dua bagian penting dalam setiap reaksi redoks, antara lain sebagai berikut.

1. Oksidasi

Ini terjadi ketika suatu zat kehilangan elektron. Oleh karena itu, bilangan oksidasi atom atau ion dalam zat ini meningkat. Zat yang mengalami oksidasi disebut zat tereduksi karena ia menyumbangkan elektron kepada zat lain.

2. Reduksi

Ini terjadi ketika suatu zat mendapatkan elektron. Bilangan oksidasi atom atau ion dalam zat ini menurun. Zat yang mengalami reduksi disebut zat teroksidasi karena ia menerima elektron dari zat lain.

Berikut ini ciri-ciri reaksi redoks, yaitu

  1. Ada unsur bebas. Misalnya, Cl2 (Klorin), Cu (Cuprum), dan O2 (Oksigen).

  2. Terjadi perubahan biloks (bilangan oksidasi).

  3. Ada reduktor (pereduksi) adalah suatu zat yang mengalami oksidasi.

  4. Ada oksidator (pengoksidasi) adalah suatu zat yang mengalami reduksi.

Baca juga: 6 Sifat Asam Basa beserta Reaksi dan Contohnya

Contoh Reaksi Redoks yang Perlu Diketahui

Ilustrasi pengertian reaksi redoks dan cirinya. Sumber: www.unsplash.com

Ada beberapa contoh reaksi redoks untuk melengkapi pemahaman mengenai reaksi ini, antara lain:

1. Oksidasi Logam

Contoh: Reaksi besi (Fe) dengan oksigen (O2) menghasilkan karat (Fe2O3). Reaksi: 4Fe + 3O2 -> 2Fe2O3

2. Pembakaran Bahan Bakar

Contoh: Pembakaran hidrogen (H2) dalam udara menghasilkan air (H2O). Reaksi: 2H2 + O2 -> 2H2O

3. Fotosintesis

Contoh: Proses fotosintesis dalam tumbuhan mengubah karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) menjadi glukosa (C6H12O6) dan oksigen (O2) menggunakan energi matahari. Reaksi: 6CO2 + 6H2O + energi matahari -> C6H12O6 + 6O2

3. Sel Bahan Bakar

Contoh: Reaksi dalam sel hidrogen-oksidase menghasilkan air dan energi listrik. Reaksi: 2H2 + O2 -> 2H2O

4. Elektrolisis

Contoh: Elektrolisis natrium klorida (NaCl) menghasilkan natrium (Na) dan klorin (Cl2). Reaksi: 2NaCl -> 2Na + Cl2

5. Baterai

Contoh: Baterai seng-karbon menghasilkan listrik melalui reaksi redoks antara seng (Zn) dan ion-ion hidrogen (H+). Reaksi: Zn + 2H+ -> Zn2+ + H2.

Reaksi redoks merupakan fenomena penting dalam kimia yang melibatkan perubahan bilangan oksidasi dan transfer elektron.

Dengan memahami pengertian reaksi redoks dan cirinya, seseorang dapat memahami berbagai proses kimia dan mengaplikasikannya dalam berbagai industri serta penelitian ilmiah. (VAN)