Konten dari Pengguna

Pengertian Saponifikasi, Fungsi dan Contoh Reaksinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian saponifikasi. Sumber: Pexels/Chokniti Khongchum
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian saponifikasi. Sumber: Pexels/Chokniti Khongchum

Dalam ilmu kimia, saponifikasi adalah reaksi hidrolisis asam lemak oleh adanya basa kuat. Reaksi saponifikasi ini dapat disebut dengan reaksi penyabunan. Hal ini disebabkan karena dalam reaksi saponifikasi berguna untuk membuat sabun.

Nantinya dalam reaksi ini akan dikenal angkasa punifikasi atau angka penyabunan. Angka tersebut diartikan sebagai jumlah bahasa yang diperlukan untuk dapat melangsungkan saponifikasi terhadap sampel lemak.

Pengertian Saponifikasi dan Contoh Reaksinya

Ilustrasi pengertian saponifikasi dan contoh reaksinya. Sumber: Pexels/Tabitha Mati

Konsep senyawa basa dalam pembuatan sabun adalah salah satu aspek kimia yang sangat penting. Hal ini disebabkan karena sabun terbentuk melalui reaksi antara lemak atau minyak dengan basa kuat dalam proses yang dikenal sebagai saponifikasi.

Dikutip dari buku Sains Pada Batik Madura oleh Ana Yuniasti Retno Wulandari, dkk (2024), saponifikasi adalah reaksi pembentukan sabun, yang biasanya dengan bahan awal lemak dan basa.

Contoh reaksi saponifikasi adalah reaksi kimia antara lemak atau minyak (trigliserida) dengan basa kuat (biasanya natrium hidroksida (NaOH) atau kalium hidroksida (KOH). Hasil dari reaksi ini adalah sabun dan gliserol (gliserin).

  • Trigliserida: Lemak dan minyak terdiri dari trigliserida, ya itu senyawa ester yang terbentuk dari satu molekul gliserol dan tiga asam lemak.

  • Basa kuat: Senyawa bahasa yang umum digunakan dalam pembuatan sabun adalah natrium hidroksida (NaOH) untuk sabun batang dan kalium hidroksida (KOH) untuk sabun cair.

Sehingga reaksi kimia yang terbentuk pada proses saponifikasi dapat diketahui sebagai berikut ini:

C3H5(OOCR)3 + 3NaOH —> C3H5(OH)3 + 3RCOONa

Fungsi Saponifikasi

Ilustrasi fungsi saponifikasi. Sumber: Pexels/Ketut Subiyanto

Pada umumnya saponifikasi digunakan untuk membuat sabun. Namun, proses tersebut memiliki banyak fungsi di antaranya:

  • Pembuatan sabun untuk keperluan rumah tangga dan berbagai industri

  • Melepaskan karotenoid dari makanan dan jaringan biologis

  • Membantu memecah matriks lipid dan menghilangkan senyawa pengganggu seperti klorofil

Saponifikasi adalah proses pembuatan sabun yang berlangsung dengan mereaksikan asam lemak dengan alkali yang menghasilkan air serta garam karbonil. Dalam reaksi tersebut mampu menghasilkan sabun. Bahkan proses reaksinya juga dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan produk yang berguna. (NTA)

Baca juga: Mengapa Reaksi Kimia Menghasilkan Zat yang Baru? Ini Penjelasannya