Pengertian Stabilitas Dinamis pada Kapal

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian stabilitas dinamis perlu diketahui untuk menjawab rasa penasaran mengapa kapal tidak tenggelam, bahkan ketika diberi banyak muatan. Kapal adalah salah satu penemuan manusia yang sangat berharga karena merupakan pembuka hubungan antar benua.
Sebenarnya, banyak faktor yang menyebabkan kapal tetap stabil ketika berlayar. Mempelajari satu per satu faktor tersebut akan merupakan tambahan pengetahuan yang menarik. Contohnya tentang stabilitas dinamis ini.
Pengertian Stabilitas Dinamis
Stabilitas kapal merupakan kemampuan kapal untuk tegak kembali setelah miring akibat pengaruh dari dalam dan luar. Dari dalam, stabilitas kapal dipengaruhi oleh letak muatan, serta bentuk dan kondisi kapal. Dari luar, stabilitas dipengaruhi oleh ombak dan angin.
Stabilitas kapal ada 2 macam, yaitu stabilitas statis dan stabilitas dinamis. Dikutip dari Stabilitas dan Konstruksi Kapal untuk Perwira Pelayaran Niaga Vol. 1, Yayasan Bhakti Samudera Surabaya (2015:114), stabilitas statis adalah stabilitas pada saat kapal diam.
Sedangkan pengertian stabilitas dinamis adalah stabilitas ketika kapal dalam keadaan oleng, mengangguk atau kemiringan besar. Stabilitas dinamis ini sangat penting bagi keselamatan karena terjadi pada saat kapal dalam perjalanan atau pelayaran.
Perubahan Stabilitas Dinamis
Perubahan stabilitas dinamis lebih banyak dipengaruhi oleh gaya-gaya atau faktor-fakor dari luar kapal. Kapal yang sedan berlayar harus dipertahankan dalam kondisi stabilitas positif.
Stabilitas kapal dapat dilihat dari posisi kapal di garis vertikal buoyancy atau gaya apung, dengan mengamati posisi titik M, G, dan B. Berikut perubahan stabilitas yang mungkin terjadi:
Stabilitas Positif
Stabilitas positif ditandai dengan titik G berada persis di bawah titik M. Stabilitas positif terjadi jika kapal dapat kembali ke posisi semula setelah dilakukan uji stabilitas.
Stabilitas Negatif
Sebuah kapal dinyatakan mengalami stabilitas negatif jika mengalami senget atau miring setelah mendapat pengaruh dari dalam dan luar kapal, dan terus goyang setelah mengalami olengan lebih dari satu periode oleng.
Pada kondisi ini posisi G di atas M. Bahkan bisa bertambah miring.
Stabilitas Netral
Pada stabilitas netral, kapal tidak memilili kemampuan untuk tegak kembali ketika miring. Kapal tidak memiliki momen pengembali sehingga tetap miring pada sudut oleng yang sama. Pada posisi ini, titik G dan M berimpitan.
Baca juga: Jenis-jenis Gaya dalam Fisika beserta Pengertiannya
Itulah pengertian stabilitas dinamis pada kapal. Dari ulasan di atas terlihat bahwa teknik perkapalan membutuhkan kompetensi di bidang matematika dan fisika. (lus)
