Konten dari Pengguna

Pengertian Tantrum, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tantrum Adalah. Sumber: Unsplash/Zachary Kadolph
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tantrum Adalah. Sumber: Unsplash/Zachary Kadolph

Tantrum adalah kondisi meledaknya emosi yang tidak terkendali. Kondisi tantrum pada anak dapat berbeda-beda. Pada umumnya, gejala yang terjadi pada anak biasanya ditandai dengan teriakan atau jeritan.

Tak jarang orang tua akan merasa kesulitan menghadapi dan menangani anak yang tantrum. Terlebih lagi jika ini terjadi di depan umum.

Pengertian Tantrum Pada Anak

Ilustrasi Tantrum Adalah. Sumber: Unsplash/Arwan Sutanto

Bagi orang tua, mungkin istilah tantrum bukanlah hal yang asing. Dikutip dari buku Mengapa Kamu, Nak?, Faridy (2021), menurut Wulandari (2018), temper tantrum adalah perilaku marah anak yang ditampilkan karena keinginannya tidak terpenuhi, seperti menangis dengan keras, berguling-guling bahkan sampai melempar barang-barang.

Tantrum biasanya diasosiasikan sebagai hal yang negatif. Namun, ternyata tantrum adalah salah satu bagian dari perkembangan anak yang normal. Hal itu karena anak yang tantrum sedang berusaha menunjukan bahwa dirinya sedang merasa kesal.

Penyebab Terjadinya Tantrum

Ilustrasi Tantrum Adalah. Sumber: Unsplash/Annie Spratt

Kondisi tantrum biasanya terjadi pada anak-anak balita berusia satu hingga tiga tahun. Biasanya tantrum disebabkan oleh rasa marah, frustasi, dan kesal. Selain itu, tantrum juga dapat terjadi ketika anak merasa tidak nyaman, lelah, atau bahkan saat lapar.

Tindakan agresif karena tantrum tersebut adalah akibat dari anak yang kesulitan mengungkapkan apa yang mereka butuhkan atau inginkan. Maka dari itu, sebenarnya tantrum adalah kondisi yang normal.

Meskipun demikian, orang tua harus mengetahui tanda jika tantrum melebihi batas normal. Apa saja tandanya?

  • Mengamuk dalam kurun waktu yang lama

  • Marah hingga melukai diri sendiri

  • Frekuensi mengamuk atau marah yang sering

  • Melakukan kontak fisik saat marah

Baca juga: 5 Ciri-Ciri Anak Stunting dan Cara Mencegahnya

Cara Penanganan Tantrum

Ilustrasi Tantrum Adalah. Sumber: Unsplash/Yang Miao

Tantrum dapat terjadi kepada anak kapan pun dan di mana pun. Pada saat tantrum, mungkin banyak orang tua yang kebingungan dan frustasi. Penanganan tantrum setiap anak berbeda, tergantung dengan karakternya.

Lantas bagaimana cara penanganan anak yang sedang mengalami tantrum? Berikut penanganan anak tantrum yang dapat dilakukan oleh orang tua.

  1. Menenangkan anak

  2. Pastikan bahwa anak dan orang di sekitarnya aman

  3. Jangan berargumentasi dengan anak

  4. Berikan anak kesempatan untuk marah

  5. Bersikap konsisten dan tidak menyerah pada kemauan anak

  6. Memeluk anak

Jadi dapat disimpulkan bahwa tantrum adalah kondisi letupan amarah yang tidak terkendali. Saat anak tantrum, orang tua harus tetap tenang dan jangan terbawa emosi. (FAR)