Konten dari Pengguna

Pengertian Tekanan Uap Jenuh beserta Rumus dan Contoh Soalnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian Tekanan Uap Jenuh beserta Rumus dan Contoh Soalnya, foto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian Tekanan Uap Jenuh beserta Rumus dan Contoh Soalnya, foto

Pada materi kimia, tekanan uap jenuh adalah tekanan yang terbentuk akibat uap jenuh. Di mana terjadinya kesetimbangan dinamis antara zat air dengan uap jenuhnya. Pada keadaan jenuh tetap terjadi proses penguapan dengan disertai suatu proses pengembunan menggunakan laju yang sama.

Terjadinya tekanan uap jenuh dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor tersebut di antaranya, yaitu jenis zat dan suhu. Jika suatu zat mempunyai gaya tarik menarik antara partikelnya relatif lemah dan terjadi kenaikan suhu, maka tekanan uap jenuhnya akan bertambah besar.

Penjelasan Pengertian Tekanan Uap Jenuh dan Rumusnya

Ilustrasi Penjelasan Pengertian Tekanan Uap Jenuh dan Rumusnya, foto:pexels

Mengutip dari buku Belajar Kimia Secara Menarik untuk SMA/MA Kelas XII, Das, dkk (2010:9), tekanan uap adalah tekanan yang ditimbulkan dari uap jenuh. Contohnya, seperti sebuah cairan dimasukkan ke dalam wadah tertutup.

Pada keadaan tersebut, akan terjadi penguapan sampai keadaan dari ruang wadah tersebut jenuh dengan terjadinya kesetimbangan dinamis. Jika pada sebuah cairan mempunyai nilai tekanan uap jenuh yang besar, maka semakin mudah molekul-molekul pada cairan tersebut berubah menjadi uap.

Pengaruh dari nilai tekanan tersebut, terdapat 2 faktor. Faktor tersebut, yaitu suhu dan jenis zat. Di mana jika suhunya naik, maka tekanan uap jenuhnya juga semakin besar.

Sedangkan pengaruh dari jenis zat yaitu, untuk jenis zat yang mempunyai sifat mudah menguap (volatile) seperti etanol dan eter, maka tekanan uap jenuhnya semakin besar.

Selisih dari tekanan uap jenuh pelarut murni dengan tekanan uap jenuh larutan disebut dengan penurunan tekanan uap jenuh. Maka, dapat dirumuskan sebagai berikut.

ΔP = P^o - P

Keterangan:

  • P^o = tekanan uap jenuh pelarut murni

  • P = tekanan uap jenuh larutan

Rumus di atas dapat diturunkan menjadi rumus berikut ini.

ΔP = X_B . P^o dan P = X_A . P^o

Keterangan:

  • X_A = fraksi mol zat pelarut

  • X_B = fraksi mol zat terlarut

  • P^o = tekanan uap jenuh pelarut murni

  • P = tekanan uap jenuh larutan

  • ΔP = penurunan tekanan uap larutan akibat penambahan zat terlarut

Contoh Soal Tekanan Uap Jenuh

Ilustrasi Contoh Soal Tekanan Uap Jenuh, foto:pexels

Untuk lebih memahami mengenai materi tekanan uap jenuh, maka perlu untuk mempelajari contoh soal berikut beserta pembahasannya.

Soal

Nilai tekanan uap air jenuh dalam suhu 80 °C sebesar 355,1 mmHg. Di dalam suhu yang sama, berapakah nilai tekanan uap jenuh sebuah larutan urea (CON2H4) 40% ? (Ar C= 12, O= 16, N= 14, dan H= 1)

Pembahasan

Diketahui:

P^o = 355,1 mmHg

Larutan urea (CON2H4) 40%, berarti massa urea = 40 gram dan massa air = 60 gram

Ditanya:

P = ?

Jawab:

Langkah 1 : Menentukan mol zat terlarut dan zat pelarut

Mol urea = (40 gram)/(60 gram/mol) = 0,67 mol

Mol air = (60 gram)/(18 gram/mol) = 0,67 mol

Langkah 2 : Menentukan fraksi zat terlarut dan zat pelarut

Fraksi mol urea

X_B = (0,67 mol)/(0,67 mol+3,33 mol) = 0,1675

Fraksi mol air

X_A = 1 - X_B

= 1 – 0,1675

= 0,8325

Langkah 3 : Menghitung perubahan tekanan jenuh larutan urea ΔP dan tekanan uap jenuh larutan (P)

ΔP = X_B . P^o

= 0,1675 x 355, 1 mmHg

= 59,47 mmHg

Sehingga, P dapat dicari menggunakan rumus berikut.

ΔP = P^o - P

P = P^o - ΔP

= 355,1 mmHg – 59,47 mmHg

= 295,63 mmHg

Selain rumus di atas, untuk mencari P dapat juga menggunakan rumus berikut.

P = X_A . P^o

= 0,8325 x 355,1 mmHg

= 295,63 mmHg

Jadi, didapatkan nilai tekanan uap jenuh larutan urea sebesar 295,63 mmHg

Baca Juga: 4 Contoh Sifat Koligatif Larutan beserta Penjelasan Konsepnya

Tekanan uap jenuh adalah tekanan yang ditimbulkan dari uap jenuh, di mana terjadinya kesetimbangan dinamis antara zat air dengan uap jenuhnya. Untuk mengetahui nilai dari tekanan tersebut dapat menggunakan rumus yang telah dijelaskan di atas beserta contoh soalnya. Selamat belajar. (PAM)