Pengertian Teori Big Bang dalam Pembentukan Alam Semesta

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori big bang merupakan teori yang menjelaskan proses terbentuknya alam semesta. Penemuan teori tersebut dikemukakan oleh Georges Lemaitre seorang pastor Katolik Roma sekaligus seorang fisikawan.
Penemuan teori ini sudah melalui berbagai proses penelitian. Selain itu juga dilengkapi dengan bukti-bukti yang masuk akal dan bersifat ilmiah. Sehingga diyakini sampai saat ini bahwa big bang menjadi teori yang benar dalam membentuk alam semesta ini.
Penjelasan Pengertian Teori Big Bang
Mengutip dari buku Terjadinya Alam Semesta Perspektif Teori Big Bang, Wigie dan Mikhael (2019), teori big bang adalah teori yang menjelaskan terbentuknya alam semesta bermula adanya materi yang sangat padat dan panas.
Kemudian materi tersebut meledak dengan kekuatan yang sangat tinggi dan terus terjadi perkembangan dan terus mengalami berekspansi atau semakin meluas. Istilah “Big Bang” mempunyai keterkaitan dengan pemikiran Fred Hoyle ahli astrofisika Cambridge yang memercayai bahwa alam semesta selalu melakukan perluasan.
Istilah tersebut selanjutnya dijadikan konsep untuk menjelaskan bahwa sekitar 13 sampai 14 miliar tahun lalu terjadi peristiwa ledakan yang memungkinkan ekspansi alam semesta. Pada momen peristiwa tersebut materi yang padat mengalami letusan dengan tenaga sangat besar.
Peristiwa itu membuat terjadinya gumpalan-gumpalan gas serta debu yang terkandung di dalam materi menjauh dengan kecepatan tinggi. Untuk lebih jelasnya berikut tahapan proses terbentuknya alam semesta menurut teori yang benama “Big Bang”.
Pertama terbentuknya alam semesta bermula dari gumpalan superatom raksasa yang memiliki bentuk seperti bola api raksasa. Bola api raksasa ini memiliki suhu sangat tinggi yaitu antara 10 milyar hingga 1 triliun derajat celcius.
Kemudian gumpalan superatom mengealami peledakan sekitar 15 milyar tahun lalu.
Sisa dari ledakan atau dentuman besar tersebut selanjutnya menyebar sampai terbentuk awan hidrogen dan debu.
Setelah sudah memiliki umur ratusan juta, awan hidrogen berubah bentuk menjadi bintang-bintang dengan ukuran yang bermacam-macam.
Seiring berjalannya waktu, bintang-bintang yang terbentuk selanjutnya berpusat dan membentuk kelompoknya masing-masing. Kelompok tersebutlah yang disebut dengan galaksi.
Baca Juga: Bagaimana Planet Terbentuk dalam Tata Surya? Ini Penjelasannya
Pada dasarnya teori big bang adalah teori yang menjelaskan terbentuknya alam semesta ini bermula dari materi yang sangat padat dan panas kemudian mengalami ledakan besar. Semoga dari penjelasan tersebut dapat menambah wawasan bagi pembaca. (PAM)
