Pengertian Warna Sekunder dan Contoh Warnanya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Warna merupakan suatu hal yang tidak bisa lepas dari berbagai aktivitas manusia sehari-hari. Warna memiliki berbagai jenisnya yang salah satunya adalah warna sekunder. Warna sekunder adalah pencampuran dua warna primer dalam jumlah tertentu.
Warna merupakan hal yang penting dalam berbagai aktivitas terutama dalam dunia desain. Warna dapat menjadi penggambaran kondisi manusia hingga menjadi alat komunikasi dalam menciptakan persepsi pada suatu produk.
Warna Sekunder adalah Percampuran Dua Warna Primer
Dikutip dari buku Pemangkasan dan Pewarnaan Rambut SMK/MAK Kelas XII: Bidang Keahlian Pariwisata, Program Keahlian Tata Kecantikan, Kompetensi Keahlian Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, Dwi Ermavianti Wahyu Sulistyorini & Ani Susilowati, (2021:78), warna sekunder adalah warna yang terjadi karena hasil pencampuran dalam perbandingan yang sama antara dua warna primer dari segitiga warna tersebut.
Mudahnya, warna sekunder merupakan hasil percampuran warna primer (kuning, merah dan biru) dalam proporsi tertentu. Warna sekunder tetap memiliki sifat dan karakter warna yang kuat. Walaupun sudah terjadi pencampuran, tetapi sifat dan karakter warna tersebut tidak akan sekuat warna primer.
Dari proses pencampuran warna primer, maka terbentuk beberapa warna sekunder. Berikut ini contoh warna sekunder yang bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
1. Hijau
Hijau menjadi hasil warna pertama dari pencampuran warna primer. Warna hijau terbentuk dari warna biru dan kuning. Warna biru menjadi warna sekunder yang paling sering ditemui di kehidupan sehari-hari dan menjadi salah satu warna yang paling sering digunakan dalam seni dan desain.
Hasil dari pencampuran warna biru dan kuning akan menghasilkan warna hijau daun, hijau tosca, hijau limau, dan hijau zamrud.
2. Oranye atau Jingga
Warna sekunder yang kedua, yaitu warna oranye. Warna oranye merupakan hasil dari pencampuran warna kuning dan merah. Warna ini sering menjadi perhatian karena memiliki warna yang mencolok dan mudah menarik perhatian. Contoh warna oranye, yaitu oranye zaitun, orange salamander, oranye tangerine, dan orange pumpkin.
3. Ungu
Warna yang ketiga, yaitu warna ungu. Warna ungu merupakan hasil dari pencampuran warna biru dan merah. Warna ungu sering digunakan karena menciptakan efek yang tenang dan stabil. Contoh keluarga warna ungu, yaitu lavender, mauve, lilac, orchid, magenta, dan ungu anggur.
Itulah penjelasan mengenai warna sekunder. Warna sekunder adalah pencampuran warna primer dalam komposisi tertentu. Semoga dapat menambah informasi. (RFL)
Baca juga: Mengenal Warna Subtractive dan Metode Pencampuran Warna
