Konten dari Pengguna

Penilaian Otentik: Pengertian dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penilaian otentik adalah - Sumber: unsplash.com/@hng21
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penilaian otentik adalah - Sumber: unsplash.com/@hng21

Pengertian penilaian otentik adalah metode yang menekankan kemampuan siswa dan penerapannya pada situasi nyata. Dalam dunia pendidikan, evaluasi atau penilaian berperan penting dalam mengukur pemahaman dan perkembangan siswa.

Salah satu pendekatan yang muncul untuk tujuan ini adalah penilaian otentik. Dengan metode ini, siswa diajak untuk lebih dari sekadar memahami teori, tetapi juga menunjukkan keterampilan mereka dalam konteks yang relevan dengan dunia nyata.

Penilaian Otentik adalah Metode yang Melibatkan Berbagai Pengukuran Kinerja Siswa

Ilustrasi penilaian otentik adalah - Sumber: Unsplash.com/Husniati Salma

Authentic assesment atau penilaian otentik adalah metode evaluasi yang menggunakan beragam bentuk pengukuran untuk menilai kinerja siswa. Termasuk pencapaian, motivasi, serta sikap dalam aktivitas pembelajaran yang relevan.

Penilaian otentik memberi siswa tantangan nyata, yang mengharuskan mereka mengaplikasikan berbagai keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki. Penilaian ini memberikan tugas-tugas berisi prioritas dan tantangan yang ditemukan dalam kegiatan belajar, seperti penelitian, menulis dan membahas artikel, serta kerja sama melalui debat.

Dengan metode ini, siswa terlibat lebih aktif dalam tugas-tugas, dan guru dapat merasa lebih yakin bahwa penilaiannya relevan dan bermakna. Penilaian ini sebaiknya menjadi bagian integral dari proses pengajaran. Dengan demikian, penilaian ini tidak hanya berfungsi untuk mengumpulkan data, seperti pada pendekatan lama, tetapi juga berdampak positif terhadap kualitas pengajaran.

Berdasarkan buku Merancang Penilaian Autentik, Kadek Agus Bayu Pramana, Dewa Bagus Ketut Ngurah Semara Putra, (2019), suatu penilaian dianggap autentik jika memenuhi kriteria berikut.

  1. Mengarah pada kompetensi yang ingin dicapai,

  2. Melibatkan siswa dalam tugas-tugas yang bermakna,

  3. Menantang siswa untuk menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata,

  4. Mengukur kinerja siswa sesuai kompetensi pelajaran,

  5. Menguji penguasaan siswa atas kompetensi secara akurat,

  6. Mengevaluasi kemampuan kolektif siswa,

  7. Memeriksa langsung kinerja siswa terkait tugas intelektual yang relevan,

  8. Memungkinkan siswa mendemonstrasikan pemahaman mereka dalam konteks kehidupan nyata.

Contoh Penerapan Penilaian Otentik

Ilustrasi penilaian otentik adalah - Sumber: Unsplash.com/Husniati Salma

Dalam proses belajar mengajar di sekolah, beberapa contoh penerapan dari penilaian otentik, antara lain:

1. Proyek atau Portofolio

Siswa diminta untuk membuat proyek atau portofolio. Tugas tersebut menggambarkan proses dan hasil pembelajaran mereka secara nyata, seperti membuat laporan penelitian atau kumpulan karya tulisan.

2. Penilaian Kinerja

Penilaian yang menilai kemampuan siswa dalam melakukan tugas atau demonstrasi keterampilan tertentu, seperti praktik laboratorium, eksperimen sains, atau simulasi.

3. Presentasi atau Debat

Siswa memberikan presentasi atau terlibat dalam debat mengenai topik tertentu, memungkinkan mereka untuk menyampaikan pemahaman dan analisis mereka secara mendalam.

4. Penilaian Diri dan Refleksi

Siswa menilai kemajuan dan keterampilan mereka sendiri melalui refleksi. Ini dapat membantu mereka memahami dan menghubungkan pembelajaran mereka dengan pengalaman pribadi.

Dapat disimpulkan bahwa penilaian otentik adalah jenis penilaian yang dirancang untuk mencerminkan aplikasi pengetahuan dalam konteks nyata. Konsep yang melibatkan pemikiran kritis dan mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. (DNR)

Baca Juga: Penilaian Proyek di Sekolah: Pengertian dan Tujuan