Penulisan Provinsi Kapital atau Tidak? Ini Penjelasannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Provinsi merupakan salah satu istilah geografi yang sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Namun, banyak yang bertanya, penulisan provinsi kapital atau tidak. Hal ini berkaitan dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.
Dikutip dari buku Buku Ajar: Penyuntingan Bahasa, Mira Mirnawati, dkk (2022:144), huruf kapital digunakan untuk nama geografi yang menyatakan asal daerah. Tak terkecuali dengan istilah provinsi yang sering digunakan dalam pemerintahan.
Penulisan Provinsi Kapital atau Tidak? Ini Jawabannya
Pada dasarnya, penulisan provinsi kapital atau tidak harus disesuaikan dengan keadaan. Istilah provinsi umumnya tidak menggunakan kapital saat ditulis. Namun, jika kata tersebut disertai dengan nama dari provinsi, maka harus ditulis dengan kapital.
Provinsi sendiri adalah wilayah teritorial yang tingkatannya berada di bawah wilayah negagara atau negara bagian. Secara etimologi, istilah provinsi berasal dari bahasa Latin yaitu provincia (bentuk tunggal) atau provinciae (bentuk jamak), yang berarti daerah kekuasaan.
Aturan Penulisan Huruf Kapital
Setelah mengetahui penulisan provinsi kapital atau tidak, penting juga memahami aturan penggunaan kapital dalam kaidah kebahasaan. Utuk itu, simak beberapa penjelasannya berikut ini.
Awal Kalimat. Setiap awal kalimat, huruf pertama harus ditulis dengan kapital.
Huruf Pertama Nama Orang. Menuliskan nama orang juga harus diawali dengan huruf kapital.
Tidak Digunakan pada Nama Orang dalam Bentuk Satuan. Satuan ukuran pada kehidupan sehari-hari tidak dapat ditulis dengan hurup kapital.
Nama Orang dalam Teori, Hukum, dan Rumus. Penggunaan huruf kapital juga dilakukan saat menulis teori, hukum, dan rumus.
Tidak Digunakan pada Kata Bermakna 'Anak Dari'. Contohnya, seperti 'bin', binti, boru, dan lainnya.
Awal Kata pada Kutipan Langsung. Pada penulisan kalimat langsung, awal kata harus ditulis dengan huruf kapital.
Nama Agama, Kitab Suci, dan Tuhan. Penulisan huruf pertama pada istilah yang berkaitan dengan nama agama, kitab suci, dan Tuhan harus menggunakan kapital.
Gelar yang Diikuti Nama Orang. Gelar kehormatan, kebangsawanan, keagamaan, dan lainnya yang diikuti dengan nama orang harus kapital.
Itulah beberapa penjelasan mengenai penulisan provinsi kapital atau tidak. Selain itu, beberapa aturan penulisan kapital di atas juga dapat dijadikan referensi. Semoga bermanfaat! (NUM)
Baca Juga: Aturan Penggunaan Huruf Kapital yang Benar dan Contohnya
