Penulisan yang Benar Pinalti atau Penalti

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan kata pinalti atau penalti yang benar dan baku adalah penalti, bukan pinalti. Sehingga, pinalti merupakan kata tidak baku dari penalti. Kata penalti dapat diartikan sebagai hukuman karena telah melanggar sebuah peraturan.
Bahasa Indonesia merupakan identitas dan pemersatu suku bangsa sehingga sudah sepatutnya bangga menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Kebanggaan tersebut dapat dibuktikan dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang tepat dan sesuai kaidah dalam kehidupan sehari-hari.
Pinalti atau Penalti?
Bagi seseorang yang sering menyaksikan pertandingan olahraga sepak bola, mungkin kata penalti sudah tidak asing lagi di telinga. Kata ini sering dikeluarkan oleh komentator sepak bola ketika sedang mengomentari dan mengulas jalannya pertandingan olahraga ini.
Lantas, pinalti atau penalti, manakah yang benar? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) penulisan yang baku yaitu penalti, bukan pinalti. Kata ini memiliki 2 arti yaitu:
Tendangan atau tembakan hukuman karena melanggar peraturan permainan di daerah depan gawang pada batas yang tentu (dalam sepak bola, polo air, dan sebagainya).
Hukuman; denda (karena lalai membayar pajak, utang, dan sebagainya).
Dikutip dalam buku Hukum Perdagangan Internasional oleh Dr. Serlika Aprita, S.H., M.H., dan Rio Adhitya, S.T., S.H., M.Kn. (2020:138) penalti merupakan sanksi hukum, karena timbul sebagai akibat persetujuan hukum.
Contoh Kata Penalti dalam Kalimat
Kata penalti berasal dari bahasa Inggris yaitu penalty. Kemudian sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari sehingga akhirnya diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi penalti. Terdapat beberapa contoh kata penalti di antaranya yaitu:
"Mereka mengizinkannya membayar kembali uang tersebut tanpa penalti."
"Penalti dikenakan kepada kontraktor karena pelanggaran kontrak."
"Tim diberi penalti atas pelanggaran tersebut."
"Perusahaan diberi penalti berat atas pelanggaran yang telah dibuat oleh manajernya."
"Kantor tersebut tidak mempunyai kewenangan untuk menjatuhkan penalti finansial, sehingga ketentuan perjanjian penyelesaiannya terbatas."
"Pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid harus melalui adu penalti."
"Di semifinal Piala Dunia 2019, ia menyelamatkan tendangan penalti melawan Inggris untuk mempertahankan kemenangan 2-1."
"Ahmad telah melakukan tendangan penalti dua kali saat melawan Elang FC, namun tidak satupun gol yang dicetaknya."
Dalam bekerja, penalti dapat diberikan kepada karyawan yang telah melanggar ketentuan perusahaan."
"Tendangan penalti Rendi telah membawa timnya maju ke babak semifinal dengan skor akhir 2-1."
Baca juga: 30 Contoh Kata Baku dan Tidak Baku yang Sering Dipakai Beserta Pengertiannya
Dapat disimpulkan penulisan yang baku dari kata pinalti atau penalti yaitu penalti, bukan pinalti. Semoga ulasan di atas dapat mengedukasi pembaca mengenai kata baku dan tidak baku dari penalti. (MRZ)
