Konten dari Pengguna

Perbedaan Naturalisasi dan Keturunan dalam Dunia Sepak Bola

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan Naturalisasi dan Keturunan. Sumber: Pexels/AlexanderNadrilyanski
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan Naturalisasi dan Keturunan. Sumber: Pexels/AlexanderNadrilyanski

Perbedaan naturalisasi dan keturunan dalam dunia sepak bola menjadi topik menarik untuk dibahas. Terutama karena pemain yang berasal dari kategori ini sering menjadi sorotan masyarakat dan media.

Kedua istilah tersebut masih menimbulkan kebingungan bagi penggemar sepak bola. Meskipun pemainnya mewakili negara yang sama, tetapi mempunyai perbedaan mendasar dari segi latar belakangnya.

Perbedaan Naturalisasi dan Keturunan dalam Sepak Bola

Ilustrasi Perbedaan Naturalisasi dan Keturunan. Sumber: Pexels/LeonardoHidalgo

Sepak bola adalah olahraga yang digemari masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, tidak semua penggemar memahami perbedaan naturalisasi dan keturunan.

Istilah “naturalisasi” dan “keturunan” mungkin sering didengar ketika ada pemain yang memiliki wajah campuran. Ciri tersebut bisa menjadi indikasi dasar terjadinya naturalisasi pesepak bola.

Menurut buku Komunikasi XYZ, Dr. Rudianto, M.Si. (2024:96), Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah beberapa kali melakukan naturalisasi. Tujuannya untuk memperkuat tim nasional Indonesia dalam kompetisi sepak bola pada tingkat internasional.

Dalam dunia sepak bola, naturalisasi adalah pemain dari warga negara asing yang mengubah kewarganegaraannya untuk membela tim nasional negara lain. Salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk naturalisasi di Indonesia adalah tinggal selama lima tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut.

Contoh pemain naturalisasi di Indonesia adalah Cristian Gonzales, Maarten Paes, Nathan Tjoe-A-On, dan Thom Haye. Pemain naturalisasi bisa memberikan dampak yang instan karena telah memiliki pengalaman dan kemampuan mumpuni.

Sementara itu, pemain keturunan adalah yang memiliki darah dari suatu negara, tetapi lahir atau besar di negara lain. Pemain keturunan cenderung mudah diterima karena dianggap masih sedarah, seperti Ivar Jenner, Justin Hubner, dan Rafael Struick.

Adapun syarat pemain keturunan yang ingin mendapatkan status Warga Negara Indonesia (WNI), antara lain:

  • Lahir di Indonesia.

  • Salah satu orang tua kandung lahir di Indonesia.

  • Salah satu kakek atau nenek lahir di Indonesia.

  • Pernah tinggal di Indonesia minimal 3 tahun sebelum usia 10 tahun, 5 tahun untuk usia 10-18 tahun, atau 5 tahun setelah usia 18 tahun.

Jika tidak memenuhi salah satu syarat garis keturunan, maka dinyatakan gagal.

Perbedaan naturalisasi dan keturunan dalam dunia sepak bola memberikan warna tersendiri di ajang kompetisi olahraga. Meskipun berbeda latar belakang, pemain dari dua kategori tersebut mempunyai tujuan yang sama, yaitu membawa kemenangan tim nasional. (ALF)

Baca juga: 9 Gerakan Dasar dalam Permainan Sepak Bola dan Aturannya