Konten dari Pengguna

Perbedaan Titik Koma dan Titik Dua beserta Contoh Penggunaannya dalam Kalimat

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan titik koma dan titik dua. Sumber: Pexels/Ann H
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan titik koma dan titik dua. Sumber: Pexels/Ann H

Tanda baca titik koma dan titik dua membantu memperjelas makna dan struktur kalimat. Terdapat perbedaan titik koma dan titik dua yang berfungsi berbeda dalam penulisan.

Dikutip dari Buku Pintar Bahasa Indonesia untuk SD Kelas 4, 5, & 6, Enung Nuraeni, M.Pd dkk, (2010: 17), fungsi tanda baca adalah untuk memudahkan kalimat-kalimat yang dibuat dapat dipahami sesuai maksudnya.

Beberapa tanda baca yang dipakai dalam ejaan adalah tanda titik, tanda koma, tanda titik koma, tanda titik dua, dan masih banyak lagi.

Perbedaan Titik Koma dan Titik Dua dalam Bahasa Indonesia

Ilustrasi perbedaan titik koma dan titik dua. Sumber: Pexels/Markus Winkler

Titik koma (;) dan titik dua (:) adalah tanda baca yang memiliki fungsi berbeda dalam kalimat. Supaya tidak bingung, berikut beberapa perbedaan titik koma dan titik dua beserta contoh penggunaanya dalam kalimat.

1. Titik Koma (;)

1. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan kalimat-kalimat yang setara dalam kalimat majemuk tanpa menggunakan konjungsi.

Contoh:

  • Dia terlambat datang; jalanan macet parah

  • Saya mau; dia tidak

  • Malam semakin larut; tugasnya tak kunjung selesai

  • Matahari sudah terbenam; kami harus segera pulang

2. Tanda titik koma juga digunakan untuk memisahkan bagian-bagian penting perincian yang sudah mengandung tanda koma.

Contoh:

  • Seminar dihadiri oleh peserta dari berbagai negara: Jepang, yang dikenal dengan teknologi canggihnya; Jerman, yang dikenal dengan teknik otomotifnya, dan Australia, yang terkenal dengan penelitian lingkungannya.

  • Empat Menteri koordinator di Indonesia adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

2. Titik Dua (:)

1. Titik dua digunakan setelah pernyataan lengkap yang diikuti perincian.

Contoh:

  • Tika membeli buah: apel, salak, jeruk, pisang, dan durian.

  • Ada tiga hal yang perlu dibawa: buku catatan, pena, dan penggaris.

  • Dia hanya punya satu keinginan: sukses dalam karier.

2. Titik dua dapat digunakan dalam surat resmi setlah dalam pembuka.

Contoh:

  • Kepada Yth. Bapak/Ibu Manajer:

  • Hormat saya:

3. Titik dua digunakan setelah nama tokoh dalam naskah drama sebelum dialognya.

Contoh:

  • Santi: “Siapa kau? Kau tidak kenal.”

  • Cinderela: “Bolehkah saya pergi ke Istana?.”

Itulah perbedaan titik koma dan titik dua di atas memiliki fungsi yang berbeda. Semoga dengan penjelasan di atas dapat lebih memahami perbedaan masing-masing tanda baca yang di gunakan dalam bahasa Indonesia ini. (ERI)

Baca juga: Ketahui Fungsi Penggunaan Tanda Baca dalam Bacaan