Peserta Didik adalah Individual yang Unik, Bagaimana Guru Mengakomodasi Mereka?

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peserta didik adalah individual yang unik dan memiliki gaya belajar tertentu. Bagaimana kita sebagai guru dapat mengakomodasi mereka?
Dunia pendidikan makin maju sehingga makin memahami bahwa setiap individu itu berbeda. Guru sebagai pelaksana proses pembelajaran harus memiliki kreativitas dalam menyampaikan materi kepada beragam individu tersebut.
Peserta Didik adalah Individual yang Unik dan Memiliki Gaya Belajar Tertentu. Bagaimana Kita Sebagai Guru Dapat Mengakomodasi Mereka?
Peserta didik adalah individual yang unik dan memiliki gaya belajar tertentu. Bagaimana kita sebagai guru dapat mengakomodasi mereka? Pertanyaan ini dikutip dari Cerita Reflektif Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional Topik 3 Experiental Learning di laman guru.kemdikbud.go.id.
Menyampaikan materi pada individu dengan beragam gaya belajar itu tidak mudah. Karena itu, Kemdikbud menyelenggarakan PPG (Pendidikan Profesi Guru) untuk meningkatkan kompetensi para pendidik. Pada akhir setiap materi akan ada beberapa tugas.
Salah satu tugas tersebut berupa cerita reflektif, yang berisi pengalaman para guru dalam mempraktikkan materi dari modul PPG. Karena merupakan pengalaman pribadi, maka jawabannya boleh berbeda-beda. Berikut ini adalah salah satu contohnya.
Peserta didik itu seperti manusia pada umumnya yang memiliki karakter berbeda-beda. Perbedaan itu memengaruhi gaya belajar mereka. Ada yang memiliki gaya belajar converger, assimilator hingga accomodator.
Guru harus melakukan pendekatan pada siswa yang tidak memahami materi yang telah diberikan. Dari pendekatan tersebut, guru dapat menggali gaya belajar yang paling sesuai untuk siswa yang bersangkutan.
Untuk mengakomodasi perbedaan gaya belajar siswa, guru dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Dalam proses ini, guru akan menemui banyak perbedaan sudut pandang ketika siswa diberi pertanyaan atau tugas. Karena itu, guru juga harus bersikap fleksibel.
Gaya belajar merupakan proses untuk mencapai tujuan pembelajaran sehingga guru harus mengapresiasi proses yang berbeda-beda untuk tujuan yang sama. Siswa yang diberi kesempatan untuk menggunakan sudut pandangnya merupakan inti dari experiental learning.
Peserta didik adalah individual yang unik dan memiliki gaya belajar tertentu. Bagaimana kita sebagai guru dapat mengakomodasi mereka? Caranya dengan memberi kesempatan pada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran menggunakan gaya belajar masing-masing. (lus)
Baca juga: Menerapkan Pembelajaran Sosial Emosional dengan Metode Experiental Learning
