Konten dari Pengguna

Praktik Coaching Model Tirta beserta Tujuannya dalam Pembelajaran

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi praktik coaching model tirta. Sumber: Pexels/Gustavo Fring
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi praktik coaching model tirta. Sumber: Pexels/Gustavo Fring

Praktik coaching model tirta menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan oleh calon guru penggerak. Dengan menerapkan model pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan potensi peserta didik agar menjadi lebih mandiri.

Secara umum, teknik coaching diartikan sebagai pendekatan interaktif yang digunakan untuk membantu individu dalam mencapai tujuan pribadi atau profesional mereka. Di dunia pendidikan, teknik ini membantu siswa untuk mengetahui dan mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya.

Pengertian Coaching Model Tirta dan Tujuannya

Ilustrasi pengertian coaching model tirta dan tujuannya. Sumber: Pexels/Pragyan Bezbaruah

Model tirta merupakan praktik coaching yang berasal dari kepanjangan tujuan, identifikasi, rencana aksi dan tanggung jawab.

Dikutip dari buku Kiprah PP dan CGP Lombok Barat Aksi Nyataku Aksi Nyatamu oleh Hj. Erni Rohanah (2022) Model tirta dikembangkan dengan semangat merdeka belajar yang menuntut guru untuk memiliki keterampilan coaching.

Hal ini sangat penting mengingat tujuan coaching, yaitu untuk melejitkan potensi murid agar menjadi lebih merdeka.

Jika konsep ini dikuasai oleh seorang guru, maka masalah-masalah pembelajaran atau masalah-masalah eksternal yang mengganggu proses pembelajaran dan juga mengganggu atau menurunkan potensi murid dapat diatasi. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang guru dalam menguasai teknik coaching.

Praktik Coaching Model Tirta di Lingkungan Sekolah

Ilustrasi praktik coaching model tirta. Sumber: Pexels/Polina Tankilevitch

Pada umumnya, teknik coaching dikenal sebagai alat untuk memaksimalkan potensi murid sehingga guru hendaknya mengetahui bagaimana prosesnya. Berikut ini penjelasan singkat mengenai praktik coaching model tirta.

Dalam mengajar mata pelajaran matematika di kelas 4, seorang guru terbiasa menyuruh para siswa untuk mengerjakan soal. Suatu hari guru tersebut menyuruh muridnya maju ke depan untuk mengerjakan soal yang ada di papan tulis.

Namun, murid itu hanya diam dan menangis. Sang guru akhirnya menyuruh muridnya untuk duduk dan memintanya untuk menemui dia di ruang guru.

Di ruang guru, guru tersebut mencoba melakukan coaching dengan murid tersebut dengan modal tirta. Berikut ini dialognya.

Guru: "Kenapa kamu tidak bisa mengerjakan soal di papan tulis? Apakah selama ini kamu tidak mengerjakan soal yang ibu kasih?"

Murid: "Saya mengerjakan Bu."

Guru: "Jika sudah mengerjakan harusnya kamu bisa menjawab soal di papan tulis."

Murid: "Sebelumnya, mohon maaf Bu. Saya menjawab tugas itu dari hasil mencontek teman."

Guru: "Apakah kamu tidak bertanya kepada temanmu tentang tahapan cara menjawab soal dengan rumus itu?"

Murid: "Tidak Bu. Saya sudah tidak paham dari awal dan malas untuk memahaminya."

Guru: "Apakah di rumah tidak ada yang mengajarimu matematika?"

Murid: "Tidak ada Bu. Semua keluarga saya, sibuk bekerja."

Guru: "Baiklah, mulai besok kamu akan mendapat tambahan belajar dari Ibu. Saat di kelas ibu akan mencoba menerangkan materi terlebih dahulu agar kalian semua paham."

Murid: "Wah..Ini beneran Bu?"

Guru: "Iya nak."

Murid: "Terima kasih ya Bu."

Guru: "Sama-sama."

Itulah ulasan singkat mengenai praktik coaching model tirta yang dapat digunakan guru untuk menggali potensi siswa. Model coaching ini memiliki banyak manfaat dalam pembelajaran. (NTA)

Baca juga: 4 Contoh Dialog Coaching Model Tirta