Proses Pembentukan Tulang pada Tubuh Manusia

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tulang adalah organ tubuh yang penting dalam sistem gerak manusia. Proses pembentukan tulang tidak hanya terjadi saat janin saja, tetapi dapat terjadi pada orang dewasa sebagai bentuk pemulihan patah tulang.
Saat masih dalam kandungan, sistem rangka tersusun dari tulang rawan. Namun setelah lahir, proses pembentukan tulang keras pada tubuh manusia baru dimulai. Jumlah tulang lunak pun akan semakin berkurang seiring bertambahnya umur manusia.
Proses Pembentukan Tulang
Proses pembentukan tulang pada tubuh manusia akan terjadi terus menerus. Proses ini biasa juga disebut dengan osteogenesis atau osifikasi. Proses osifikasi dilakukan oleh sel pembentuk tulang yang disebut dengan sel osteoblas.
Mengutip buku Biologi 2 SMA dan MA untuk Kelas XI karya Diah Aryulina, dkk (2004:97) pembentukan rangka manusia sangat ditentukan oleh proses osifikasi. Proses pembentukan ini terdiri atas dua tipe, yaitu osifikasi intramembran dan osifikasi endokondral.
Proses Osifikasi Intramembran
Merupakan proses pembentukan tulang yang terjadi pada bagian tengkorak serta tulang pipih lainnya. Terdapat beberapa proses pada osifikasi intramembran ini, diantaranya
Pembentukan Pusat Osifikasi
Sel induk dalam mesenkim (jaringan embrional yang membentuk beberapa jaringan ikat) akan berubah menjadi sel-sel osteoblas. Sel-sel osteoblas tersebut kemudian berkumpul dan membentuk pusat osifikasi.
Penyusunan Matriks
Osteoblas di dalam pusat osifikasi akan mengeluarkan osteoid, yaitu serat berupa protein yang menyusun matriks tulang. Osteoid tersebut lalu akan berbaur dengan kalsium sehingga membentuk tulang berkalsium. Tulang berkalsium ini selanjutnya menyerap osteoblas dan membentuk osteosit.
Periosteum dan Weaving
Osteoid lalu akan melekat di sekitar pembuluh darah secara acak dan akan terbentuk trabeculae. Hal ini akan memunculkan tulang spongiosa (tulang berongga).
Penyusunan Tulang Keras
Tahapan terakhir berlangsung di saat trabeculae menebal di dalam tulang spongiosa. Osteoblas yang ada di sekelilingnya juga akan membentuk osteoid secara terus-menerus. Osteoid tersebut kemudian akan mengeras di sekitar tulang spongiosa. Dalam tahapan ini juga akan membentuk sumsum tulang merah serta pembuluh darah pada rongga tulang spongiosa.
Proses Osifikasi Endokondral
Proses pembentukan tulang dengan tipe osifikasi endokondral meliputi penggantian model tulang rawan dengan tulang biasa. Sebagian besar tulang pada rangka manusia terbentuk melalui proses ini. Beberapa proses di dalamnya meliputi,
Periosteum Collar
Selubung jaringan ikat fibrosa yang mengelilingi permukaan tulang atau biasa dikenal periosteum akan terbentuk di sekitar tulang rawan hialin. Sel induk akan berubah menjadi sel-sel osteoblas dan mengeluarkan osteoid di sekitar tulang rawan hialin. Sel-sel osteoblas selanjutnya membentuk bone collar dan mengeras pada dinding diafisis.
Pembentukan Rongga
Tulang rawan yang menjadi pusat akan mengalami proses pembentukan tulang keras di sekitarnya. Hal ini menjadikan tulang rawan jadi tidak dapat ternutrisi dengan baik. Dengan begitu, tulang rawan akan hancur sehingga terbentuklah rongga.
Invasi Vaskular
Di tahap ini, pembuluh darah dalam periosteum akan melalui bone collar serta masuk ke rongga tulang rawan. Kemudian, tulang rawan yang tersisa akan dipecah oleh osteoklas dan membentuk tulang keras.
Elongasi
Osteoklas, osteosit, dan pembuluh darah yang menyerang tulang tersebut membuat poros tulang memanjang. Kemudian, pembuluh darah di sekitar tulang rawan hialin atau bagian ujung tulang panjang akan membentuk pusat osifikasi sekunder.
Osifikasi Epifisis
Tahapan ini hampir serupa dengan invasi vaskular. Namun, tulang yang terbentuk adalah tulang spongiosa. Dalam tahapan ini akan terbentuk lempeng epifisis dan menyisakan tulang rawan hialin hanya pada bagian ujung.
Baca Juga: Mengenal Penyakit Osteoporosis dan Cara Mencegahnya
Itulah proses pembentukan tulang yang terjadi pada tubuh manusia. Mari terus menjaga kesehatan tulang agar terhindar dari penyakit yang menyebabkan kerusakan pada tulang seperti osteoporosis. (BAI)
