Konten dari Pengguna

Proses Sedimentasi Aeolis dan Contohnya Berdasarkan Ilmu Geografi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Proses Sedimentasi Aeolis. Sumber: Pixabay/Falkenpost
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Proses Sedimentasi Aeolis. Sumber: Pixabay/Falkenpost

Masih banyak orang yang kurang familiar dengan proses sedimentasi aeolis yang dapat dipelajari dalam ilmu geografi. Padahal hasil dari proses sedimentasi aeolis cukup dikenal oleh berbagai kalangan.

Beruntungnya, jenis sedimentasi yang satu ini juga dipelajari oleh siswa SMA jurusan IPS. Oleh karena itulah, penting bagi siswa untuk memahami jenis sedimentasi ini.

Pengertian Sedimentasi Aeolis

Ilustrasi Proses Sedimentasi Aeolis. Sumber: Pixabay/ArtTower

Sebelum masuk pada pembahasan proses dan contoh sedimentasi aeolis, sebaiknya ketahui lebih dulu tentang pengertian sedimentasi serta sedimentasi ini.

Sedimentasi adalah proses pengendapan material hasil erosi karena kecepatan tenaga mendia pengakutnya berkurang atau melambat. Karena medianya berbeda-beda, sedimentasi juga menghasilkan bentukan alam yang berbeda.

Berdasarkan media pengangkutnya, sedimentasi terbagi menjadi empat jenis. Salah satunya adalah sedimentasi aeolis.

Dikutip dari buku Geografi SMA Kelas X, Yusman Hestiyanto (2007:75), jenis sedimentasi ini adalah proses pengendapan materi-materi yang dibawa atau diangkut oleh angin. Proses pengendapan batuan atau tanah ini banyak terjadi di daratan, seperti di gurun dan pantai.

Bentukan alam hasil pengendapan angin umumnya berupa gumuk pasir atau sand dunes. Dalam geografi, gumuk pasir diartikan sebagai gundukan-gundukan pasir yang terdapat di daerah pantai atau gurun.

Baca juga: Sedimentasi: Pengertian dan Jenis-jenisnya

Proses Sedimentasi Aeolis dan Contohnya

Ilustrasi Proses Sedimentasi Aeolis. Sumber: Pixabay/FuN_Lucky

Dikutip dari buku Explore Geografi Jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X, Sri Wiyanti, dkk. (2017:120), gumuk pasir terjadi akibat akumulasi pasir yang cukup banyak oleh tiupan angin yang kuat.

Prosesnya adalah angin mengangkut dan mengendapkan pasir di suatu tempat secara bertahap hingga lambat laun membentuk gundukan pasir.

Ukurannya pun bermacam-macam, ada yang berukuran kecil dan ada pula yang berukuran besar hingga menyerupai bukit.

Adapun bentuk-bentuk dari gumuk pasir antara lain sebagai berikut:

  1. Gumuk pasir sabit (barchan).

  2. Gumuk pasir parabola.

  3. Gumuk pasir sisir (comb).

  4. Gumuk pasir gypsum.

  5. Gumuk pasir streep.

Di Indonesia sendiri terdapat sejumlah gumuk pasir yang merupakan contoh dari jenis sedimentasi. Berikut di antaranya:

  1. Gumuk Pasir Tungtung Karang di Garut, Jawa Barat.

  2. Gumuk Pasir Parangkusumo di Yogyakarta.

  3. Gumuk Pasir Sumalu di Toraja Utara.

Itu dia penjelasan mengenai proses sedimentasi aeolis beserta contoh dan pengertiannya. Semoga ulasan ini bermanfaat sekaligus dapat menambah wawasan seputar jenis sedimentasi ini. (YAS)