Proses Terbentuknya Gunung Api dan Bagian-bagiannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses terbentuknya gunung api merupakan suatu fenomena alam yang luar biasa. Terbentuknya gunung api tersebut terdiri dari aktivitas antara lempeng tektonik, subduksi, dan vulkanik.
Gunung api dapat ditemukan di berbagai tempat di seluruh dunia. Biasanya terbentuk di daerah yang aktif dalam aktivitas tektonik, seperti pertemuan lempeng tektonik atau di sepanjang jalur subduksi.
Bagaimana Proses Terbentuknya Gunung Api?
Gunung berapi terbentuk melalui serangkaian proses geologis yang kompleks. Melibatkan aktivitas tektonik, vulkanisme, dan proses lainnya.
Berdasarkan buku Letusan Gunung Api, Santi Kurniasih, 2023, gunung api dapat mengalami siklus aktivitas berupa periode letusan dan periode diam. Beberapa gunung api dapat tetap aktif selama berabad-abad, sementara lainnya dapat memasuki fase diam yang panjang.
Berikut adalah proses terbentuknya gunung api secara umum:
Proses utama dalam pembentukan gunung api terjadi karena aktivitas lempeng tektonik.
Ketika lempeng samudra bertemu lempeng benua atau lempeng samudra lainnya, lempeng samudra akan cenderung terbenam atau disubduksi di bawah lempeng lainnya. Proses ini menciptakan zona subduksi.
Ketika lempeng samudra terbenam ke dalam mantel bumi, suhu dan tekanan meningkat. Ini menyebabkan batuan di lempeng samudra meleleh dan membentuk magma. Magma yang dihasilkan lebih ringan daripada batuan sekitarnya, sehingga bisa naik menuju permukaan.
Magma yang naik menuju permukaan menyebabkan pemecahan kerak bumi. Tekanan akibat magma yang naik dapat melelehkan batuan di sekitarnya, menciptakan jalan untuk magma menuju permukaan.
Ketika magma mencapai permukaan, letusan vulkanik terjadi.
Magma, gas, dan material lainnya dikeluarkan ke permukaan bumi melalui lubang ventilasi yang disebut gunung api. Proses ini dapat menghasilkan berbagai jenis letusan, baik eksplosif atau yang lebih tenang.
Material yang dikeluarkan selama letusan, seperti lava, abu, dan batuan piroklastik menumpuk di sekitar lubang gunung api. Akumulasi ini membentuk kerucut vulkanik yang merupakan bagian utama dari gunung api.
Bagian-Bagian Gunung Api
Gunung api dapat dibedakan dengan jenis gunung lain berdasarkan bagian-bagiannya. Beberapa bagian penting dari gunung api antara lain.
1. Kawah
Kawah adalah bagian paling puncak gunung berapi. Inilah tempat yang menjadi pintu keluar bagi material vulkanik, seperti lava, gas, dan abu, yang berasal dari dalam gunung api.
2. Perut Gunung
Perut gunung adalah bagian yang berbentuk rongga besar yang ada di dalam gunung api. Isinya adalah magma, berupa batuan cair dan gas, dalam kondisi mendidih.
3. Lereng
Lereng merupakan bagian yang landai dari suatu gunung api. Banyak material vulkanik hasil erupsi yang biasanya mengendap di sepanjang lereng, lalu lama kelamaan membentuk suatu kerucut gunung.
4. Saluran
Saluran adalah lubang di dalam gunung api yang menghubungkan rongga dengan kawah. Semua material vulkanik bisa naik ke permukaan melewati saluran ini.
5. Lapisan Perisai
Beberapa gunung api biasanya memiliki bentuk perisai yang lebih lebar dan landai. Lapisan ini bisa terbentuk karena adanya aliran lava yang bergerak lambat dan akhirnya berkumpul di area sekitar gunung api.
Baca Juga: Persebaran Gunung Api di Indonesia yang Wajib Diwaspadai
Itulah secara umum proses terbentuknya gunung api di dalam bumi. Proses ini tidak memakan waktu yang singkat, melainkan cukup lama. Termasuk dalam proses pembentukan bagian-bagian gunung yang merupakan hasil dari erupsi. (DNR)
