Konten dari Pengguna

Proses Terbentuknya Pelangi yang Melibatkan Proses Pembiasan Cahaya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Proses Terbentuknya Pelangi. Sumber: unsplash.com/ Mateus Campos Felipe
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Proses Terbentuknya Pelangi. Sumber: unsplash.com/ Mateus Campos Felipe

Pelangi merupakan fenomena alam berupa cahaya warna-warni yang indah. Proses terbentuknya pelangi melalui tahapan yang panjang karena melibatkan pembiasan cahaya dan air hujan.

Biasanya pelangi terlihat di wilayah yang baru saja terkena hujan. Keberadaannya juga selalu tampak pada siang hari, sebab saat malam, pelangi tidak akan terlihat karena tidak cukup cahaya untuk membias dan bersinar.

Proses Terbentuknya Pelangi

Ilustrasi Proses Terbentuknya Pelangi. Sumber: unsplash.com/ Mateus Campos Felipe

Pelangi yang terdiri dari banyak spektrum warna tidak terbentuk begitu saja. Meskipun keberadaannya sering terlihat setelah cuaca hujan, tetapi tidak selalu ketika cuaca usai hujan akan terbentuk pelangi.

Terdapat syarat khusus yang bisa membuat pelangi terbentuk. Syaratnya yaitu adanya pembiasan cahaya matahari yang melalui medium-medium berbeda. Medium ini dapat berupa atmosfer atau udara dan tetesan hujan.

Proses terbentuknya pelangi menurut buku Ensiklopedia Fenomena Alam Seri II karya Tjahjono Tri (hal. 14 – 15) adalah sebagai berikut.

  1. Proses awal diawali dengan pembiasan cahaya matahari, yaitu proses pembelokan cahaya yang terjadi di permukaan atmosfer bumi. Cahaya itu tertahan di atmosfer dari satu medium ke medium lainnya karena tidak bisa masuk ke bumi secara langsung.

  2. Kemudian cahaya matahari tersebut masuk ke dalam titik-titik air hujan di lapisan atmosfer yang lebih dalam dan mengalami pembelokan cahaya lagi yang dinamakan fase refraksi.

  3. Refraksi timbul akibat kecepatan cahaya berubah saat melewati medium yang berbeda. Hal itu disebabkan karena lapisan atmosfer yang berlapis-lapis memiliki ketebalan dan karakter yang berbeda.

  4. Cahaya matahari yang mengalami refraksi kemudian akan terpecah spektrum cahayanya karena melewati banyaknya lapisan atmosfer itu dan membentuk beberapa warna yang berbeda.

  5. Urutan warna spektrum cahaya pada pelangi selalu sama dan tidak pernah saling tertukar. Warna-warna itu secara berurutan adalah merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

  6. Ketika warna ini tampak di udara dengan bentuk melengkungnya yang khas, maka pelangi sudah terbentuk.

Baca juga: 5 Contoh Cahaya Dapat Diuraikan dan Penjelasannya

Proses terbentuknya pelangi yang telah dijelaskan di atas adalah tahapan-tahapan bagaimana awal mulanya pelangi dapat terbentuk sampai akhirnya muncul di udara dengan warnanya yang cantik. (IMA)