Proses Terbentuknya Tanah Laterit dan Jenis Tanah Lainnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis tanah yang tersebar di muka bumi memiliki banyak jenis, karakter dan proses terbentuknya. Pada proses terbentuknya tanah laterit, biasanya terjadi di daerah tropis atau subtropis dengan tingkat pelapukan tinggi pada batuan basa sampai batuan ultrabasa yang didominasi oleh kandungan logam besi.
Menurut buku Geografi: Membuka Cakrawala Dunia, Bambang Utoyo (2007:73), tanah laterit merupakan jenis tanah yang telah banyak mengalami pencucian oleh air hujan sehingga warnanya pucat dan kemerah-merahan atau kekuning-kuningan, serta kondisinya sangat tidak subur.
Proses Terbentuknya Tanah Laterit, Karakteristik, dan Manfaatnya
Jika mengamati dari karakternya, ada tanah berwarna hitam, gembur, dan subur, sementara ada pula yang terbentuk dari endapan kerikil dan pasir. Beberapa tanah sangat lengket karena kandungan mineral liat yang tinggi.
Salah satu jenis tanah adalah tanah laterit yang memiliki proses terbentuknya tanah laterit yang berbeda dengan jenis tanah lainnya. Tanah laterit terbentuk karena kehilangan unsur hara akibat erosi atau paparan hujan yang terus-menerus.
Proses ini merupakan kelanjutan dari pelapukan lebih lanjut dari tanah latosol. Curah hujan tinggi dan suhu yang tinggi di daerah tropis mempercepat dan memperkuat perkembangan tanah karena pertumbuhan yang subur.
Adapun karakteristik dari tanah laterit, yaitu:
Memiliki warna merah bata karena banyak mengandung zat besi dan alumunium.
Bersifat kering dan tandus.
Kurang cocok untuk ditanami karena tidak subur dan memiliki kandungan bahan organik sedang.
Banyak mengandung seskuioksida yang terdiri dari senyawa-senyawa oksida dan hidroksida dari Fe dan Al.
Hanya ada beberapa tanaman yang cocok dengan tanah ini, yaitu jambu mete dan kelapa.
Tanah ini bisa dijumpai di sebagian daerah Banten, Kalimantan Barat, dan Pacitan.
Memiliki PH netral sehingga asamnya tidak terlalu tinggi.
Merupakan tanah berumur tua.
Tentunya ada manfaat dari tanah laterit yang dapat digunakan, yaitu:
Tanah laterit ini cocok digunakan untuk beragam kerajinan tanah liat, seperti vas, genting, kendi, dan lain-lain.
Cocok untuk mendirikan bangunan dan sebagai bahan campuran bangunan.
Untuk cadangan air bagi tumbuhan ketika musim kemarau.
Dapat digunakan untuk mengelola air limbah.
Baca juga: 3 Contoh Benda yang Terbuat dari Tanah Liat
Jenis-Jenis Tanah Lainnya
Selain jenis tanah laterit, ada jenis tanah lainnya yang dapat dipelajari. Apa saja?
1. Tanah Aluvial
Terbentuk melalui sedimentasi di daratan atau perairan dan mengalami pelapukan.
2. Tanah Gambut
Terbentuk dari bahan organik seperti ranting, daun, dan batang yang belum melapuk secara sempurna.
3. Tanah Margalit
Terbentuk dari batuan dasar seperti kapur, pasir, dan lempung, subur dan terdapat di sekitar perbukitan dataran rendah.
4. Tanah Podzolik
Mengandung banyak mineral kuarsa, ditemukan di pegunungan tinggi dengan suhu rendah dan curah hujan tinggi.
5. Tanah Regosol
Terbentuk dengan banyak kandungan batu dan kerikil yang belum melapuk secara sempurna, tingkat kesuburannya rendah hingga sedang.
6. Tanah Vulkanis
Terbentuk dari material gunung api yang sangat subur karena mengandung banyak mineral hara.
Setelah mengetahui proses terbentuknya tanah laterit tentunya dapat terlihat bahwa setiap jenis tanah memiliki karakter dan manfaatnya masing-masing. Jadi, dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara optimal agar dapat diberdayakan. (VAN)
