Konten dari Pengguna

Proses Terjadinya Hujan Orografis dan Ciri-cirinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi proses terjadinya hujan orografis dan ciri-cirinya. Sumber foto: Unplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi proses terjadinya hujan orografis dan ciri-cirinya. Sumber foto: Unplash

Hujan orografis adalah hujan yang umum terjadi di sekitar lereng pegunungan atau bukit-bukit. Lantas, bagaimana terjadinya hujan orografis? Terjadinya hujan ini karena udara yang mengandung uap air naik ke daerah pegunungan.

Proses terjadinya hujan dan besarnya curah hujan tidak sama antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Dalam sebuah peta, wilayah yang memiliki curah hujan sama ditunjukkan dengan garis isohyet.

Bagaimana Terjadinya Hujan Orografis?

Ilustrasi proses terjadinya hujan orografis dan ciri-cirinya. Sumber foto: Pexels

Sebelum mengetahui proses terjadinya hujan orografis, ada baiknya untuk mengetahui pengertian hujan terlebih dahulu. Istilah hujan merujuk pada peristiwa siklus air atau hidrologi.

Hal ini disebabkan karena hujan merupakan titik-titik air hasil kondensasi (pengembunan) di awan yang jenuh berisi partikel air. Ada beberapa tipe hujan yang terjadi di Indonesia.

Salah satu tipe hujan yang terjadi di Indonesia adalah hujan orografis. Tipe fenomena alam ini sering dijumpai di daerah jajaran gunung di Jawa Barat.

Bagaimana terjadinya hujan orografis? Mengutip dari buku Sistem Panen Air Hujan (Rainwater Harvesting System), Eko Sutrisno, dkk. (2023 :26-27), hujan ini dapat terjadi karena adanya kenaikan udara yang mengandung uap air dari daerah lembah menuju ke daerah atas karena dibawa oleh angin.

Prosesnya diawali pada saat angin bergerak melintasi permukaan air, uap air terangkat ke udara. Ketika udara naik dan mencapai ketinggian yang lebih tinggi di lereng pegunungan, udara tersebut mendingin, sebab tekanan udaranya yang lebih rendah di ketinggian tersebut.

Dinginnya udara tersebut mengakibatkan uap air dalam udara mengalami kondensasi dan membentuk awan. Selanjutnya, udara akan terus naik dan bertemu dengan suhu yang lebih dingin di ketinggian yang lebih tinggi.

Hal tersebut mengakibatkan uap air dalam awan berubah menjadi tetesan air yang lebih berat dan akhirnya jatuh sebagai hujan.

Ciri-ciri Hujan Orografis

Ilustrasi proses terjadinya hujan orografis dan ciri-cirinya. Sumber foto: Pexels

Tipe hujan orografis berbeda dengan tipe hujan yang lainnya. Seseorang dapat melihat ciri-cirinya untuk dapat mengetahui bahwa hujan yang turun di Bumi tersebut termasuk hujan orografis.

Berikut ini ciri-ciri hujan orografis yang digunakan untuk menambah wawasan.

  1. Terjadinya hujan orografis dapat dijumpai di daerah gunung atau pegunungan.

  2. Proses hujan orografis biasanya mendapat bantuan dari angin fohn.

  3. Proses terjadinya hujan ini disebabkan karena adanya udara yang mengandung uap naik ke atas gunung.

  4. Air hujan turun di lereng gunung dan lembah gunung.

  5. Air hujan yang turun di lereng gunung akan berhadapan dengan arah datangnya angin.

  6. Angin yang berasal dari puncak gunung bersifat lembap.

  7. Daerah lereng akan subur karena mendapat air hujan secara terus-menerus.

Baca juga: Ciri-ciri Sungai Hujan beserta Pengertiannya

Itulah ulasan mengenai bagaimana terjadinya hujan orografis. Penjelasan tersebut diharapkan bisa membantu pembaca untuk memahami proses-proses sebelum menjadi air hujan. (NTA)