Konten dari Pengguna

Rangkuman Materi PKN Kelas 12 Semester 2 Kurikulum 2013

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi materi PKN kelas 12 semester 2. Sumber: Pixabay/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi materi PKN kelas 12 semester 2. Sumber: Pixabay/Pexels

Materi PKN kelas 12 semester 2 Kurikulum 2013 berisikan 2 bab dengan setiap babnya memiliki cukup banyak sub materi. Oleh karena itu, rangkuman sangat membantu siswa untuk memahami dengan mudah dan cepat isi dari materi tersebut.

Mata pelajaran PKN bukan sekadar rangkaian materi pelajaran yang harus diselesaikan untuk mendapatkan nilai. Melainkan, sebuah wadah dalam pembentukan karakter dan kesadaran berbangsa.

Rangkuman Materi PKN Kelas 12 Semester 2 Kurikulum 2013 untuk Panduan Belajar

Ilustrasi materi PKN kelas 12 semester 2. Sumber: Pixabay/Hermann

Dikutip dalam buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII oleh Yusnawan Lubis dan Mohamad Sodeli (2018: 69-100) materi PKN kelas 12 semester 2 Kurikulum 2013 berisikan 2 bab yaitu Pengaruh Kemajuan Iptek Terhadap NKRI dan Menelusuri Dinamika Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Konteks NKRI. Berikut rangkumannya.

1. Pengaruh Kemajuan IPTEK terhadap NKRI

Pertumbuhan industri internet yang sangat pesat di Indonesia memberikan pengaruh bagi kehidupan sebuah bangsa, baik itu pengaruh positif maupun negatif. Pengaruh positif dari kemajuan IPTEK dalam berbagai aspek kehidupan yaitu:

  • Aspek politik: Berhasil menanamkan nilai keterbukaan, kebebasan dan demokrasi.

  • Aspek ekonomi: Meningkatnya investasi asing atau penanaman modal asing, terbukanya pasar internasional bagi hasil produksi dalam negeri, dan lainnya.

  • Aspek sosial budaya: Mudahnya melakukan proses tranformasi ilmu dari berbagai belahan Bumi.

  • Aspek hukum, pertahanan, dan keamanan: Menguatnya supremasi hukum, demokratisasi dan tuntutan terhadap dilaksanakannya hak asasi manusia, dan lainnya.

Sedangkan pengaruh negatif dari kemajuan IPTEK dalam berbagai aspek kehidupan yaitu:

  • Aspek politik: Nilai-nilai keterbukaan, kebebasan dan demokratisasi menimbulkan terganggunya stabilitas politik nasional.

  • Aspek ekonomi: Indonesia akan dibanjiri oleh barang-barang dari luar, perekonomian negara akan dikuasai oleh pihak asing, dan timbulnya kesenjangan sosial yang tajam.

  • Aspek sosial budaya: Munculnya gaya hidup konsumtif, selalu mengonsumsi barang-barang dari luar negeri, dan munculnya sifat hedonisme.

  • Aspek hukum, pertahanan, dan keamanan: Timbulnya tindakan anarkis dari masyarakat yang dapat mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Untuk menghadapi berbagai pengaruh kemajuan IPTEK, seseorang bisa membangun sikap selektif seperti:

  • Bidang politik: Mengembangkan demokratisasi dalam segala bidang, Mengaktifkan masyarakat sipil dalam arena politik, dan lainnya.

  • Bidang ekonomi: Sistem ekonomi dikembangkan untuk memperkuat produksi domestik untuk pasar dalam negeri sehingga memperkuat perekonomian rakyat.

  • Bidang sosial budaya: Terbuka terhadap inovasi dan perubahan, berorientasi pada masa depan daripada masa lampau, dan lain sebagainya.

2. Dinamika Persatuan dan Kesatuan dalam Konteks NKRI

Konsep NKRI yaitu sentralisasi dan desentralisasi. Karakteristik NKRI adalah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan oleh undang-undang. Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dari masa ke masa yaitu:

  1. Masa Revolusi Kemerdekaan (18 Agustus 1945-27 Desember 1949) bentuk NRI adalah kesatuan dan bentuk pemerintahan republik. Di periode ini terdapat gerakan separatis seperti PKI Madiun 1948 dan Gerakan DI/TII di Daerah Jawa Barat.

  2. Masa Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949-17 Agustus 1950) terdapat gerakan-gerakan separatis yang terjadi beberapa wilayah Indonesia, di antaranya Gerakan APRA, pemberontakan Andi Azis di Makassar, dan Gerakan RMS.

  3. Masa Demokrasi Liberal (17 Agustus 1950-5 Juli 1959) terjadi 7 kali pergantian kabinet. Pada periode ini juga terjadi beberapa gerakan separatis di daerah di antaranya Gerakan DI/TII dan Pemberontakan PRRI atau Permesta.

  4. Masa Orde Lama (5 Juli 1959-11 Maret 1966 ) presiden berkedudukan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Kabinet yang dibentuk pada 9 Juli 1959 dinamakan Kabinet Kerja yang terdiri atas kabinet inti dan menteri-menteri ex officio.

  5. Masa Orde Baru (11 Maret 1966-21 Mei 1998) tetap menerapkan sistem pemerintahan presidensial.

  6. Masa Reformasi (21 Mei 1998-sekarang) disebut era reformasi. Gejolak politik di era ini semakin mendorong usaha penegakan kedaulatan rakyat dan mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Rangkuman materi PKN kelas 12 semester 2 Kurikulum 2013 bisa orang tua berikan kepada anak sebagai bahan belajar di rumah. Dengan memahami materi ini, siswa dengan mudah menjawab soal-soal yang diberikan oleg guru di sekolah. (MRZ)

Baca juga: Materi Bahasa Inggris Kelas 12 Semester 2