Rangkuman PAI Kelas 10 BAB 2 Kurikulum Merdeka

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu pembelajaran wajib yang ada di sekolah. Terkadang terdapat beberapa rangkuman materi yang dapat membantu siswa belajar. Seperti rangkuman PAI kelas 10 BAB 2 Kurikulum Merdeka yang dapat dipelajari siswa.
Pada dasarnya, rangkuman materi pembelajaran adalah ringkasan inti dari suatu topik atau pelajaran yang disajikan secara singkat dan jelas. Tujuannya adalah untuk mempermudah pemahaman dan mengingat informasi penting dari materi yang dipelajari.
Rangkuman PAI Kelas 10 BAB 2 Kurikulum Merdeka Lengkap
Mengutip buku Inovasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Dan Madrasah, Asfiati (2023:114), pada tingkat SMA, materi PAI yang diberikan adalah materi yang mengandung nilai pemahaman dan penerapan keyakinan Islam. Seperti rangkuman PAI kelas 10 BAB 2 Kurikulum Merdeka yang membahas mengenai keimanan.
Pada BAB 2, siswa akan mempelajari mengenai memahami hakikat dan mewujudkan ketauhidan dan dengan Syua’bul (Cabang) Iman. Berikut ini rangkuman mata pelajaran PAI untuk kelas 10 BAB 2 Kurikulum Merdeka yang dapat diperhatikan.
1. Definisi Imam
Iman berasal dari bahasa Arab yang diambil dari kata dasar "amana" – "yu’minu" – "iman", yang berarti percaya atau beriman. Secara etimologis, iman berarti keyakinan, kepercayaan, ketetapan, atau keteguhan hati.
Imam Syafi’i, dalam kitabnya yang berjudul al-‘Umm, menjelaskan bahwa iman merupakan kombinasi dari ucapan, tindakan, dan niat. Ketiganya tidak akan sempurna jika salah satu dari elemen tersebut tidak ada.
2. Definisi Syu’abul Iman
Definisi Syu’abul Iman menurut Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi dalam kitab Qamiuth-Thughyan ‘ala Manzhumati Syu’abu al-Iman menjelaskan bahwa iman, yang terdiri dari enam rukun, memiliki berbagai unsur dan tindakan yang, jika dilakukan, akan meningkatkan amal seseorang, tetapi jika ditinggalkan, dapat mengurangi amal tersebut.
Terdapat 77 cabang iman, di mana setiap cabang merupakan amalan atau perbuatan yang harus dilakukan oleh seseorang yang mengaku beriman (mukmin). Tujuh puluh tujuh cabang itulah yang disebut dengan syu’abul iman.
3. Dalil Naqli tentang Syu’abul Iman
Amalan-amalan yang merupakan cabang dari iman sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad Saw. yang diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Hurairah RA:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ، أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ
Artinya:
"Iman itu 77 (tujuh puluh tujuh) lebih cabangnya, yang paling utama adalah mengucapkan laa ilaha illallah, dan yang paling kurang adalah menyingkirkan apa yang akan menghalangi orang di jalan, dan malu itu salah satu dari cabang iman." (HR Muslim)
4. Macam-Macam Syu’abul Iman
Terdapat beberapa ahli hadis yang menulis risalah mengenai syu’abul iman atau cabang-cabang iman, antara lain:
Imam Baihaqi RA yang menuliskan kitab Syu’bul Iman;
Abu Abdilah Halimi RA dalam kitab Fawaidul Minhaj;
Syeikh Abdul Jalil RA dalam kitab Syu’bul Iman;
Imam Abu Hatim RA dalam kitab Washful Iman wa Syu’buhu
5. Tanda-Tanda Orang Beriman
Adapun tanda-tanda orang yang beriman yang dijelaskan, seperti berikut ini:
Jika mendengar nama Allah Swt. disebut, maka bergetar hatinya, dan jika dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an maka bergejolak hatinya untuk segera mengamalkannya.
Senantiasa bertawakal setelah bekerja keras dan berdoa kepada Allah Swt.
Selalu tertib dalam menegakkan dan menjalankan salatnya.
Menafkahkan sebagian rezeki dan hartanya di jalan Allah Swt.
6. Problematika Praktik Keimanan di Sekitar Kita
Masalah dalam praktik keimanan di sekitar semakin nyata seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Peningkatan pelanggaran norma dan penyimpangan moral bergerak sejalan dengan kemajuan peradaban.
Menurut Abu Bakr bin Laal, setidaknya ada lima ujian keimanan yang dihadapi oleh orang-orang mukmin saat ini, yaitu:
Mukmin yang saling mendengki
Kaum munafik yang membenci kaum mukmin
Orang kafir yang memerangi kaum mukmin
Tipu muslihat setan yang selalu menyesatkan
Godaan hawa nafsu dari dalam diri setiap mukmin
7. Hikmah dan Manfaat Syu’abul Iman
Ada beberapa hikmah dan manfaat Syu’abul Iman. Berikut ini beberapa hikmah dan manfaat serta pengaruh iman pada kehidupan manusia.
Iman menghilangkan sifat kepercayaan manusia terhadap makhluk
Iman menanamkan sikap tidak takut menghadapi kematian
Iman akan membuat seorang mukmin memiliki jiwa yang tenang
Iman mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan berkualitas
Mempelajari rangkuman PAI kelas 10 BAB 2 Kurikulum Merdeka dapat menjadi salah satu cara untuk siswa dapat belajar dan memahami materi PAI dengan baik. Dengan adanya rangkuman pembelajaran ini, siswa dapat dengan mudah memahami materi yang diberikan guru. (BAI)
Baca Juga: Rangkuman Materi Aljabar Kelas 8
