Konten dari Pengguna

Refund: Pengertian, Contoh, dan Prosedurnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Refund adalah. Sumber: Pexels/Karolina Grabowska
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Refund adalah. Sumber: Pexels/Karolina Grabowska

Kata refund sering ditemui pada kegiatan belanja online atau pada pembelian tiket konser. Pada dasarnya, pengertian dari refund adalah suatu bentuk pelayanan dari pihak perusahaan maupun penjual untuk konsumen dengan mengembalikan dana yang sudah dibayar.

Namun, refund juga dapat diajukan oleh pihak konsumen jika konsumen ingin melakukan pembatalan atas pembelian yang telah dilakukan. Hal ini biasanya terjadi saat konsumen merasa kecewa dengan kondisi barang yang tidak sesuai deskripsi penjual.

Berdasarkan jurnal Consumers’ perceptions of the fairness of price-matching refund policies, Monika Kukar Kinney et al. (2007: 326), beberapa perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Ada yang bersedia mengembalikan dana 100% dan ada yang di bawah itu.

Prosedur Refund

Ilustrasi Refund adalah. Sumber: Pexels/Kuncheek

Melakukan refund bukanlah hal yang sulit. Namun, dibutuhkan waktu dan ketelatenan sampai dana tersebut benar-benar kembali pada konsumen. Saat akan mengajukan refund, berikut ini adalah beberapa hal yang harus dipersiapkan.

  1. Nomor order saat melakukan pembelian

  2. Bukti transaksi yang dapat berupa foto atau dokumen

  3. Video saat membuka paket

  4. Rekening bank atau nomor akun pengguna marketplace untuk mengembalikan dana

  5. Alasan konsumen melakukan refund

Setelah semua persyaratan tersebut dipenuhi dan diterima pihak penjual, proses refund akan mulai dikerjakan. Durasi pengiriman dana kembali pada konsumen berbeda-beda dan dapat berkisar antara 2 hingga 14 hari kerja.

Contoh Refund

Ilustrasi Refund adalah. Sumber: Pexels/Pixabay

Setelah memahami pengertian dan prosedur refund, ada banyak sekali contoh refund yang terjadi secara online maupun konvensional. Berikut ini adalah beberapa contoh refund yang biasa terjadi dalam proses belanja.

  1. Refund belanja barang online di marketplace

  2. Refund pembelian tiket transportasi

  3. Refund belanja konvensional

  4. Refund tiket konser yang berubah tanggal

Baca juga: Arti Refund dan Perbedaannya dengan Return

Dari segi bisnis, refund memang terkesan memberatkan pihak penjual. Bahkan tidak jarang penjual mengalami sedikit kerugian akibat harus mengembalikan dana konsumen. Namun, hal ini harus dilakukan untuk membuat konsumen percaya dan tidak beralih.

Refund memang marak terjadi pada proses belanja online, sehingga pihak marketplace juga harus menyediakan layanan tersebut demi kenyamanan dua belah pihak. Refund adalah sebuah solusi yang tepat unbtuk menjaga kredibilitas dan kepercayaan konsumen. (REY)