Konten dari Pengguna

Ringkasan Cerita Hikayat Amir dan Tokoh-tokohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cerita Hikayat Amir. Sumber: Pexels/Suzy Hazelwood
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cerita Hikayat Amir. Sumber: Pexels/Suzy Hazelwood

Cerita Hikayat Amir mengisahkan tentang perjuangan seorang anak laki-laki yang dahulu hidupnya kaya menjadi miskin. Ada banyak nilai moral yang dapat diambil dalam cerita tersebut.

Pada umunya Hikayat Amir merupakan karya sastra Melayu. Hikayat Amir sangat populer di kalangan masyarakat nusantara (khususnya Sumatera dan Jawa) sehingga teksnya ini sering dijadikan sebagai bahan belajar bagi siswa.

Teks Cerita Hikayat Amir

Ilustrasi cerita Hikayat Amir. Sumber: Pexels/Wallace Chuck

Istilah hikayat berasal dari bahasa Arab hikayah yang memiliki arti kisah, cerita, riwayat atau dongeng. Umumnya, cerita hikayat tentang kehebatan atau kesaktian seorang tokoh.

Pelaku utama dalam hikayat biasanya seorang raja, permaisuri, putra raja yang gagah berani serta putrinya yang cantik jelita. Teks hikayat sangat populer di semua daerah yang berbahasa Melayu.

Hal ini terbukti dengan banyaknya karya sastra Melayu yang ditulis dalam bentuk hikayat. Jenis teks ini dibacakan sebagai hiburan, pelipur lara, atau untuk membangkitkan semangat juang.

Salah satu hikayat yang terkenal dan sering dijadikan sebagai bahan belajar bagi siswa adalah Hikayat Amir. Untuk lebih mengetahuinya, berikut ini ringkasan cerita Hikayat Amir yang dikutip dari buku DO THE BEST AKM untuk SMA/MA 2021: Drilling Soal-Soal Terbaik Asesmen Kompetensi Minimum oleh Edulab (2020:8)

Dahulu kala di Sumatera, hiduplah seorang saudagar yang bernama Syah Alam. Syah Alam mempunyai seorang anak bernama Amir. Amir tidak menggunakan uangnya dengan baik.

Setiap hari dia membelanjakan uang yang diberi ayahnya. Karena sayangnya pada Amir, Syah Alam tidak pernah memarahinya. Syah Alam hanya bisa mengelus dada.

Lama-kelamaan Syah Alam jatuh sakit. Semakin hari sakitnya semakin parah. Banyak uang yang dikeluarkan untuk pengobatan, tetapi tidak kunjung sembuh. Akhirnya, mereka jatuh miskin.

Penyakit Syah Alam semakin parah. Sebelum meninggal, Syah Alam berkata "Amir, Ayah tidak bisa memberikan apa-apa lagi padamu. Engkau harus bisa membawa usaha lagi seperti Ayah dulu. Jangan kau gunakan waktumu sia-sia. Bekerjalah yang giat, pergi dari rumah. Usahakan engkau terlihat oleh bulan, jangan terlihat oleh matahari."

"Ya Ayah. Aku akan turuti nasihatmu."

Sesaat setelah Syah Alam meninggal, Ibu Amir juga sakit parah dan akhirnya meninggal. Sejak itu, Amir bertekad untuk mencari pekerjaan. Ia teringat nasihat ayahnya agar tidak terlihat matahari, tetapi terlihat bulan. Oleh sebab itu, ke mana-mana ia selalu memakai payung.

Pada suatu hari, Amir bertemu dengan Nasarudin, seorang menteri yang pandai. Nasarudin sangat heran dan pemuda yang selalu memakai payung itu. Nasarudin bertanya kenapa dia berbuat demikian.

Setelah memberi nasihat, Nasarudin pun memberi pinjaman uang kepada Amir. Amir disuruhnya berdagang sebagaimana dilakukan ayahnya dulu.

Amir lalu berjualan makanan dan minuman. Ia berjualan siang dan malam. Pada siang hari, Amir menjajakan makanan, seperti nasi kapau, lemang, dan es limau. Malam harinya ia berjualan martabak, sekoteng, dan nasi goreng. Lama-kelamaan usaha Amir semakin maju. Sejak itu, Amir menjadi saudagar kaya.

Tokoh dalam Hikayat Amir

Ilustrasi tokoh dalam cerita Hikayat Amir. Sumber: Pexels/Suzy Hazelwood

Berdasarkan cerita dalam teks Hikayat Amir terdapat beberapa tokoh yang membantu jalannya cerita tersebut di antaranya.

  1. Amir

  2. Syah Alam adalah Ayah dari Amir.

  3. Ibu Amir

  4. Nasarudin adalah seorang menteri yang pandai.

Pemahaman mengenai cerita Hikayat Amir membantu siswa dalam menjawab pertanyaan tentang soal-soal yang berkaitan dengan hikayat tersebut. Pasalnya Hikayat Amir sering ditanyakan dalam soal-soal ujian. (NTA)

Baca juga: Jenis-jenis Hikayat Berdasarkan Isinya beserta Pengertian