Ringkasan Cerita Malin Kundang Singkat dan Pesan Moralnya

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerita Malin Kundang singkat banyak dicari oleh masyarakat. Malin Kundang merupakan cerita rakyat dari Indonesia yang penuh akan pesan moral di dalam ceritanya.
Cerita rakyat merupakan cerita yang berkembang di masyarakat. Cerita ini berkembang melalui proses interaksi dari mulut ke mulut yang selalu diturunkan kepada generasi berikutnya.
Cerita Malin Kundang Singkat
Dikutip dari buku Cerita Rakyat Dayak Benuaq Sastra Lisan Warisan Leluhur, Roedy Haryo Widjono AMZ, (2013:5), cerita rakyat merupakan cerita pada masa lampau yang merupakan kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki setiap bangsa.
Di dalam masyarakat, cerita rakyat cukup menjamur pada zaman dahulu. Cerita rakyat yang tumbuh pada zaman dahulu terdapat beberapa jenis, seperti cerita binatang, cerita jenaka, dan cerita penglipur lara. Dari berbagai jenis cerita rakyat yang berkembang di masyarakat, salah satu cerita yang cukup terkenal, yaitu cerita Malin Kundang.
Cerita Malin Kundang merupakan cerita rakyat yang berasal dari Sumatra Barat. Cerita ini berisi tentang seorang anak yang durhaka kepada ibu kandungnya. Oleh sebab itu, banyak masyarakat yang mencari cerita Malin Kundang singkat sebagai pengisi waktu luang.
Berikut ini cerita Malin Kundang yang bisa dibaca ketika sedang senggang.
Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang ibu dan anak yang bernama Malin kundang. Karena sang ayah telah meninggal dunia, ibu Malin Kundang harus bekerja keras untuk menghidupi keluarganya.
Saat beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang sudah bekerja keras menghidupi dirinya. Kemudian Malin Kundang meminta izin untuk merantau mencari pekerjaan di kota besar.
Pada saat Malin Kundang izin kepada ibunya, Malin Kundang tidak diizinkan untuk pergi bekerja ke kota karena ibunya hanya memiliki Malin Kundang seorang di kampung. Namun pada akhirnya, Malin Kundang diizinkan pergi ke kota untuk bekerja dan ibunya mengingatkan untuk tidak melupakan dirinya di kampung.
Keesokan harinya, Malin Kundang pergi ke kota dengan kapal. Malin Kundang bekerja keras selama merantau hingga menjadi seseorang yang sukses dan kaya raya. Selain itu, Malin Kundang juga menikah dengan perempuan yang sangat cantik yang ia temui di kota tersebut.
Hingga pada suatu hari, Malin Kundang datang bersama istrir dan anak buahnya. Ibu Malin Kundang sangat bahagia dan bergegas menyambut kedatangan putra kesayangannya.
Namun, ketika terjadi pertemuan di antara mereka, istri Malin Kundang justru mencemooh ibu Malin Kundang. Pada saat itu, Malin Kundang merasa malu dan melepaskan pelukan sang ibu hingga terjatuh. Di saat itu juga, Malin Kundang mengucapkan kata-kata yang membuat ibunya sakit hati.
Mendengar perkataan tersebut, sang ibu marah dan sedih karena tidak menyangka kalau anaknya berubah. Kemudian ibu Malin Kundang mengutuk Malin Kundang menjadi batu.
Tak berselang lama, angin dan petir bergemuruh dan menghancurkan kapal yang dinaiki Malin Kundang. Tak hanya itu, tubuh Malin Kundang Kaku dan menjadi batu yang menyatu dengan karang.
Pesan Moral Cerita Malin Kundang
Dari cerita Malin Kundang, terdapat pesan moral yang cukup dalam. Kasih sayang seorang ibu tidak ada duanya, ibu rela hidup seorang diri demi mengikhlaskan anaknya untuk mengejar mimpi di kota orang.
Selain itu, cerita ini juga mengajarkan bahwa setiap manusia untuk senantiasa mengingat orang tua yang telah membesarkan dan tidak boleh durhaka kepada orang tua. Dengan berbakti kepada orang tua, maka kesuksesan akan senantiasa ada dalam hidup manusia.
Itulah ringkasan cerita Malin Kundang singkat dan pesan moral di dalamnya. Semoga dapat bermanfaat. (RFL)
Baca juga: 4 Amanat Cerita Sangkuriang sebagai Cerita Rakyat
