Rumus Kesetimbangan Kimia beserta Pengertian dan Ciri-Cirinya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesetimbangan kimia merupakan hal penting di mana reaksi kimia mencapai titik di mana laju reaksi ke depan sama dengan laju reaksi ke belakang. Untuk memahami dan menggambarkan kesetimbangan kimia, sangat diperlukan untuk menggunakan rumus kesetimbangan.
Mengutip laman repositori.kemdikbud.go.id, kesetimbangan dalam reaksi kimia dapat dibagi menjadi dua, yaitu kesetimbangan statis dan kesetimbangan dinamis.
Kesetimbangan statis terjadi ketika semua gaya yang bekerja pada objek bersifat seimbang, yaitu tidak ada gaya yang dihasilkan. Sementara itu, kesetimbangan dinamis diperoleh ketika semua gaya yang bekerja pada objek bersifat seimbang, tapi objeknya sendiri bergerak.
Rumus Kesetimbangan yang Perlu Diketahui
Pengertian kesetimbangan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti kondisi yang setimbang atau diam dan tidak bergerak.
Sementara kesetimbangan kimia adalah suatu kondisi ketika dua reaktan memiliki kecepatan reaksi untuk maju sama dengan reaksi laju untuk berbalik, sehingga konsentrasi reaktan itu tidak mengalami perubahan.
Kesetimbangan ini terjadi pada reaksi kimia reversibel atau reaksi yang bisa reaksi balik untuk membentuk suatu reaktan. Reaksi reversibel itu dapat digambarkan dengan panah dua arah, seperti ini:
A + B ⇆ C
Tetapan kesetimbangan adalah angka yang menjelaskan mengenai perbandingan antara suatu produk dan reaktan.
Reaksi kesetimbangan digambarkan sebagai berikut: aA + bB ⇆ cC + dD
Untuk rumus kesetimbangan yang perlu diketahui adalah:
K = [C]c x [D]d / [A]a x [B]b
Keterangan:
K = Tetapan kesetimbangan
A: Molaritas zat A
B: Molaritas zat B
C: Molaritas zat C
D: Molaritas zat D
a, b, c, d = Koefisien dari masing-masing zat.
Tetapan kesetimbangan juga sering ditulis dengan simbol Kc.
Baca juga: Penggolongan Campuran dalam Kimia: Pengertian dan Contoh
Ciri-Ciri dan Faktor dalam Kesetimbangan Kimia
Ciri kesetimbangan kimia adalah sebagai berikut.
Reaksi berlangsung dua arah dan dalam ruang tertutup.
Laju reaksi ke kiri dan ke kanan sama besar.
Tidak terjadi perubahan makroskopis tetapi perubahan terjadi secara mikroskopis.
Apa saja faktor yang memengaruhi kesetimbangan kimia?
1. Volume
Ketika suatu kesetimbangan ditambahkan volume, maka kesetimbangan itu akan cenderung berpindah ke arah reaksi yang mempunyai koefisien lebih besar.
Sebaliknya, ketika volumenya dikurangi, hasilnya adalah kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang memiliki koefisien lebih kecil.
2. Tekanan
Ketika suatu kesetimbangan diberikan tekanan yang lebih besar, maka kesetimbangan itu akan geser ke reaksi yang koefisiennya lebih kecil. Begitu juga sebaliknya, jadi ketika tekanan dikecilkan, maka kesetimbangan akan mulai bergeser ke reaksi yang koefisiennya lebih besar.
3. Suhu
Suhu dapat memengaruhi kesetimbangan kimia karena ketika suhu dalam kesetimbangan kimia dinaikkan, maka arah kesetimbangan ini akan bergeser ke senyawa yang menyerap endoterm.
Sebaliknya, ketika suhunya turun atau diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah senyawa yang melepas panas eksoterm.
4. Konsentrasi
Konsentrasi dapat mempengaruhi kesetimbangan kimia ketika konsentrasi itu ditambahkan ke salah satu reaktan atau produk, sehingga kesetimbangan kimia akan bergeser ke arah yang berlawanan.
Dengan memahami rumus kesetimbangan maka dapat diprediksi bagaimana perubahan kondisi, seperti suhu dan konsentrasi dapat memengaruhi reaksi kimia. (VAN)
