Konten dari Pengguna

Rumus Konfigurasi Elektron Berdasarkan Jenis Aturannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rumus konfigurasi elektron. Sumber: Pexels/Google DeepMind
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rumus konfigurasi elektron. Sumber: Pexels/Google DeepMind

Dalam ilmu Kimia, elektron didefinisikan sebagai partikel subatom yang bermuatan negatif dan umumnya ditulis dengan simbol e–. Rumus konfigurasi elektron menjadi hal penting untuk dipahami agar memudahkan pembaca dalam mengetahui gambaran penyebab elektron dalam atom.

Mengetahui konfigurasi elektron dari atom suatu unsur akan memberikan informasi tentang unsur pada periode dan golongan dalam sistem periodik. Hal ini dikarenakan sistem periodik disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya atau berdasarkan urutan jumlah elektron.

Rumus Konfigurasi Elektron

Ilustrasi rumus konfigurasi elektron. Sumber: Pexels/cottonbro studio

Dikutip dari buku Cerdas Belajar Fisika, Kamajaya (hal 265), konfigurasi elektron adalah cara penyusunan atau pengaturan elektron dalam suatu atom. Umumnya, elektron melakukan pergerakan mengelilingi inti di tingkat energi tertentu biasa dikenal dengan sebutan orbital.

Jika orbital dekat dengan inti atom, maka tingkat energi elektronnya rendah. Sementara orbital yang menjauhi inti atom menggambarkan tingkat energi elektron yang semakin tinggi.

Lantas, bagaimana cara mengetahui susunan elektron dalam suatu atom? Berikut ini rumus konfigurasi elektron berdasarkan aturannya.

1. Konfigurasi Elektron Berdasarkan Kulit

Cara menentukan konfigurasi elektron dapat dilihat dari kulit atomnya. Biasanya, beberapa atom mempunyai jumlah elektron yang dapat ditampungnya. Pada prinsipnya, dapat dirumuskan dengan rumus berikut.

2n²

Keterangan:

2. Konfigurasi Elektron Berdasarkan Subkulit

Pada saat menentukan konfigurasi elektron berdasarkan subkulit pembaca dapat menggunakan tiga aturan di antaranya aturan Aufbau, kaidah Hund dan asas larangan Pauli. Inilah penjelasannya.

  • Aturan Aufbau

Aturan ini berpedoman pada tingkat energi yang terdapat dalam sebuah atom. Elektron akan boleh mengisi orbital dari subtingkat energi paling rendah ke subtingkat segi lebih tinggi.

Dimulai dari urutan 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4s, 5p, 6s, 4f, 5d, 6p, 4f, 5d, 6p, 7s, 5f, 6d, dan seterusnya.

Contoh: 8O = 1s² 2s² 2p⁴.

  • Kaidah Hund

Pengisian elektron pada orbital dari satu subkulit mula-mula elektron menempati aktivitas secara sendiri-sendiri dengan spin yang paralel baru kemudian berpasangan.

  • Asas Larangan Pauli

Asas ini menyatakan bahwa tidak ada dalam satu atom terdapat dua elektron yang harga keempat bilangan kuantumnya sama. Berdasarkan aturan ini, jumlah elektron yang menempati sebuah elektron paling banyak dua elektron dengan arah rotasi yang berlawanan.

Berdasarkan rumus konfigurasi elektron dapat dicari dari kulit maupun subkulit. Jika ingin mencari dari subkulit dapat menggunakan aturan afbau, asas larangan Pauli, dan kaidah Hund. Semoga ulasan tersebut dapat menjadi referensi belajar bagi siswa. (NTA)

Baca juga: Mengenal Unsur yang Mengikat Dua Elektron agar Konfigurasi Elektron yang Stabil