Konten dari Pengguna

Rumus Rendemen dalam Menghitung Kuantitas Ekstrak

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Rumus Rendemen. Sumber: Pixabay/photoAC
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rumus Rendemen. Sumber: Pixabay/photoAC

Pembahasan seputar rumus rendemen mungkin masih cukup asing di telinga sebagian masyarakat awam. Hal ini karena istilah rendemen lebih sering disebutkan oleh orang-orang yang bergelut di bidang industri pertanian.

Pada dasarnya, rumus rendemen merupakan suatu unsur penting yang dibutuhkan untuk menghitung kuantitas ekstrak. Pasalnya, rendemen dapat menemukan perbandingan jumlah ekstrak yang ingin dicari.

Definisi Rendemen

Ilustrasi Rumus Rendemen. Sumber: Pixabay/Anilsharma26

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai rumus rendemen dalam menghitung kuantitas ekstrak, sebaiknya pahami lebih dulu mengenai definisi rendemen.

Dikutip dari buku Manfaat Buah Pala sebagai Antisarcopenia, Yuni Susanti Pratiwi (2019:79), rendemen adalah perbandingan jumlah kuantitas ekstrak yang dihasilkan dari ekstrasi tanaman yang dinyatakan dalam satuan persen.

Semakin tinggi persentase rendemen yang dihasilkan, menerangkan bahwa nilai ekstrak yang dihasilkan semakin banyak. Adapun persentase rendemen dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain:

  • Faktor pra-panen yang meliputi jenis atau varietas tanaman, cara budidaya, waktu, serta cara panen.

  • Faktor pasca-panen yang meliputi cara penanganan bahan, cara penyulingan, pengemasan, hingga transportasi.

Rumus Rendemen

Ilustrasi Rumus Rendemen. Sumber: Pixabay/lumix2004

Pada dasarnya, rendemen dihitung dengan menggunakan rumus untuk mencari tahu persentase hasil reaksi secara eksperimen yang dibandingkan dengan hasil teoritis.

Oleh karena itu, rumus rendemen dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.

Rendemen (%) = (jumlah persen hasil dari hasil yang sebenarnya : jumlah hasil teoritis) x 100%

Jumlah tersebut dapat berupa massa, volume, atau jumlah partikel, tergantung dari data yang diketahui. Agar lebih terbayang dengan perhitungan rendemen, berikut dipaparkan contoh studi kasusnya.

Simplisia bawang putih adalah bawang putih yang telah dikeringkan yang digunakan untuk pengobatan. Untuk mengolahnya, diperlukan perhitungan rendemen.

Jika bobot akhir (hasil yang sebenarnya) simplisia adalah 170 kg dan bobot bahan baku (teoritis) adalah 470 kg, maka rendemen simplisia bawang putih dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

Rendemen (%) = (jumlah persen hasil dari hasil yang sebenarnya : jumlah hasil teoritis) x 100%

Rendemen (%) = (170 :470) x 100%

Rendemen (%) 36,17%

Itu dia penjelasan mengenai rumus rendemen dalam menghitung kuantitas ekstrak. Semoga ulasan ini dapat menambah pemahaman seputar cara menghitung kuantitas ekstrak dalam ilmu industri pertanian. (YAS)

Baca juga: 3 Manfaat Pupuk Urea dalam Industri Pertanian