Sedimen: Proses Terbentuk dan Jenis-jenisnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sedimen adalah salah satu jenis batuan yang terbentuk dari endapan atau sedimentasi di permukaan Bumi atau di dalam air. Batuan ini terbentuk secara alami akibat proses pelapukan, pengikisan, pengangkutan, dan pengendapan (sedimentasi).
Sedimen yang ada di alam ini tidak hanya terdiri dari satu jenis saja melainkan banyak jenis. Seperti berdasarkan proses terbentuknya terdapat sedimen klastis, berdasarkan tenaga yang mengangkutnya terdapat sedimen aquatis, dan lain sebagainya.
Proses Terbentuknya Sedimen
Sedimen adalah suatu bahan alami yang terbentuk dari batuan beku serta zat padat lainnya yang kemudian mengalami erosi di tempat tertentu, dan mengendap jadi keras. Sehingga sebelum mengendap, sedimen dibentuk oleh proses erosi.
Dikutip dalam buku Siap Menghadapi Ujian Nasional 2010 Geografi SMA/MA oleh Rogers Pakpahan, Amir Khosim, dan Sriyanto, Sri Wiyanti (2010:21) pengaruh kekuatan atau tenaga alam (air, angin, pemanasan, pendinginan, dan gelombang) menyebabkan batuan beku lapuk dan terpecah-pecah.
Hal itu membuat batu tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (fragmen) atau terurai menjadi bahan-bahan pembentuknya, atau dapat pula berubah menjadi garam-garam yang dapat larut ke dalam air.
Kemudian air, angin, glester mengangkut bahan yang telah lapuk tersebut dan mengendapkannya ke tempat lain yang lebih rendah. Jadi secara berturut-turut terjadi proses pelapukan, pengikisan, pengangkutan, dan pengendapan, terbentuklah sedimen.
Jenis-jenis Sedimen
Jenis-jenis sedimen dapat digolongkan menjadi 3 yakni berdasarkan proses terbentuknya, berdasarkan tenaga yang mengangkut bahan asal, dan berdasarkan tempat terjadinya. Berikut penjelasannya.
1.Berdasarkan Proses Terbentuknya
Berdasarkan proses terbentuknya, sedimen terbagi menjadi tiga jenis
yaitu:
Sedimen klastis, adalah akumulasi pertikel-partikel dari pecahan batuan dan sisa-sisa kerangka organisme yang sudah mati.
Sedimen organik, adalah sedimen yang dibentuk atau diendapkan oleh organisme. Contoh: Batubara, endapan diatomae, dan batu karang.
Sedimen kimiawi, adalah sedimen yang terangkut dalam bentuk larutan dan diendapkan secara kimia di tempat lain. Contoh: Limestone, chalk, travertine, mergel, dan dolomite.
2. Berdasarkan Tenaga yang Mengangkut Bahan Asal
Selain berdasarkan proses terbentuknya, jenis sedimen juga dapat dibedakan lagi berdasarkan tenaga yang mengangkut bahan asal yaitu:
Sedimen aquatis, adalah sedimen yang diendapkan oleh tenaga air. Contoh: Batu pasir, konglomerat, dan breksi.
Sedimen aeolis atau aeris, adalah sedimen yang diendapkan oleh angin. Contoh: Tanah loss, sand dunes, tanah tuff, dan gurun pasir.
Sedimen glasial, adalah sedimen yang diendapkan oleh gletser. Contoh: Moraine dan drumlin.
3. Berdasarkan Tempat Terjadinya
Jenis yang terakhir yaitu berdasarkan tempat terjadinya yang dibedakan menjadi 5 macam yaitu:
Sedimen teristris adalah sedimen yang diendapkan di daratan. Contoh: Breksi, tanah loss, dan batu tuff.
Sedimen marine adalah sedimen yang diendapkan di dasar laut. Contoh: Batu Konglomerat, dan tombolo.
Sedimen fluvial adalah sedimen yang diendapkan di dasar sungai. Contoh: Batu pasir dan batu lempung.
Sedimen limnis adalah sedimen yang diendapkan di dasar danau. Contoh: Tanah rawa dan tanah gambut.
Sedimen glasial adalah sedimen yang diendapkan di daerah pernah mengalami erosi glasial. Contoh: Pasir glaciofluvial, danau glasial, lembah glasier, esker, moraine, drumlin, dan kettle.
Baca juga: Mengenal Dampak Positif Sedimentasi beserta Dampak Negatifnya
Dapat disimpulkan bahwa sedimen adalah suatu zat berasal dari pecahan-pecahan material yang telah malalui proses pelapukan, pengikisan, pengangkutan, dan yang terakhir pengendapan. (MRZ)
