Sejarah Jalan Cepat dan Teknik Dasar yang Menarik untuk Diketahui

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jalan cepat atau biasa juga disebut dengan race walking merupakan aktivitas yang mudah dilakukan dan tidak membutuhkan banyak biaya. Berdasarkan sejarah jalan cepat, olahraga ini disebut juga dengan pedestrianism.
Saat ini jalan cepat menjadi salah satu olahraga yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Kepopulerannya tidak terlepas karena manfaatnya yang sangat bagus untuk kesehatan tubuh.
Sejarah Jalan Cepat yang Menarik untuk Diketahui
Jalan cepat merupakan nomor olahraga dari atletik yang bisa digunakan sebagai media olahraga untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran jasmani seseorang. Olahraga ini telah diperlombakan secara nasional maupun internasional.
Dikutip dalam buku Dasar-dasar Atletik oleh Yahya Eko Nopiyanto dan Septian Raibowo (2020:18-19), sejarah jalan cepat muncul dari kebudayaan Inggris yaitu dengan berjalan kaki jarak jauh yang disebut dengan pedestrianism. Pada mulanya olahraga ini digunakan sebagai media taruhan uang tunai yang dilakukan oleh masyarakat Inggris.
Seiring berjalannya waktu, olahraga jalan cepat menjadi populer di Inggris pada abad ke-18. Pada masa itu, perlombaan jalan beroperasi di bawah organisasi yang tidak diatur dan secara bertahap tidak disukai, akhirnya digantikan oleh perlombaan berjalan modern.
Pada abad ke-19, jalan cepat menjadi olahraga yang cukup populer diseluruh dunia. Perlombaan jalan pertama kali diperkenalkan di Olimpiade London pada tahun 1908. Lomba ini menjadi salah satu pertandingan Olimpiade untuk pria.
Beberapa perjalan kaki yang cukup terkenal dalam sejarah adalah Ken Matthews, yang memenangkan acara sepanjang 20 km di Olimpiade tahun 1960. Selain itu ada Don Thompson yang memenangkan perlombaan Olimpiade 1964 yang berjalan sejauh 50 km.
Teknik Dasar Jalan Cepat yang Harus Diperhatikan
Olahraga jalan cepat berbeda dengan jalan kaki biasa. Namun tidak sulit untuk melakukannya. Bila sudah terbiasa jalan kaki, olahraga ini akan lebih mudah dipraktikkan.
Beberapa bagian yang perlu diamati selama melakukan olahraga jalan cepat yaitu seperti kaki, lutut, pinggul, badan bagian tengah, lengan dan bahu, serta kepala. Adapun teknik dasar saat melakukan jalan cepat yaitu:
Kaki belakang mulai maju, tumpuan dipindahkan ke kaki depan.
Betis dan lutut tetap lurus selama mungkin.
Mengencangkan otot punggung dan perut.
Kaki belakang harus dibawa ke depan sedekat mungkin dengan permukaan tanah.
Gerakan kaki lurus sejajar.
Mendorong tubuh menggunakan gerakan lengan yang lentur dan postur pinggul yang baik.
Lebih rinci, teknik yang digunakan harus memperhatikan postur dan gerakan berbagai tubuh.
Itulah sejarah jalan cepat dan teknik dasar yang menarik untuk diketahui karena bisa menambah wawasan ataupun pengetahuan. Olahraga yang bermula dari ajang hiburan masyarakat Inggris, hingga kini telah menjadi cabang olahraga resmi dalam Olimpiade. (MRZ)
Baca juga: Pengertian dan Sejarah Atletik Singkat di Dunia dan Indonesia
