Sejarah Perkembangan Teori Atom beserta Tokoh-tokohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan teori atom bisa dikatakan sebagai penyempurnaan teori atom yang telah berkembang sebelumnya. Teori ini muncul akibat pemikiran filsuf Yunani Kuno yaitu Demokritos dan Leucippus.
Terdapat beberapa ilmuwan terkenal akan teori atomnya, mulai dari John Dalton hingga Erwin Schrodinger. Ilmuwan tersebut masing-masing memiliki model atom, teori, hingga gagasan yang berbeda.
Sejarah Perkembangan Teori Atom
Atom adalah partikel yang terdiri atas neutron dan proton serta dikelilingi elektron. Atom yang dikenal saat ini dahulunya memiliki sejerah perkembangan yang panjang. Banyak ilmuwan yang mengemukakan pendapatnya tentang atom.
Dikutip dalam buku Kimia Dasar untuk Farmasi oleh Dr. Wati Sukmawati, M.Pd., (2022:29-31) berikut penjelasan mengenai sejarah perkembangan teori atom.
1. Teori Atom Dalton (Tahun 1803-1808)
John Dalton merupakan seorang ahli Kimia, ahli Fisika, dan ahli Meteorologi Inggris yang dapat menjelaskan hukum kekekalan massa dan hukum perbandingan tetap. Namun, tidak dapat menjelaskan penempatan isotop. Hipotesis dari teori atomnya meliputi:
Atom seperti bola bersifat pejal.
Atom merupakan bagian terkecil dari meteri.
Setiap unsur memiliki atom yang berbeda.
Unsur yang sama memiliki atom yang sama.
2. Teori Atom Thomson (Tahun 1898)
Dalam teori ini, Thomson dapat menjelaskan sifat listrik elektron sebagai partikel subatomik bermuatan negatif. Namun tidak dapat menggambarkan pola susunan muatan posisif dan negatif dalam atom berbentuk bulat.
Thomson mengembangkan penelitiannya tentang sinar katoda. Thomson menemukan bahwa sinar katoda adalah sebuah partikel dan menyatakan bahwa sinar katoda termasuk ke dalam partikel penyusun atom yang memiliki muatan negatif (elektron).
Pada teorinya, Thomson menghasilkan 4 hipotesis, yaitu:
Atom bukanlah bagian terkecil dari suatu zat.
Massa elektron atom lebih kecil dari massa atom.
Secara keseluruhan atom bersifat netral. Hal ini dikarenakan muatan atom positif dan negatif yang ada pada atom sama dan suatu atom tidak memiliki muatan positif dan negatif yang berlebihan.
Atom dengan muatan positif akan tersebar secara merata ke seluruh bagian atom. Kemudian atom itu dinetralkan oleh elektron-elektron yang tersebar di antara muatan positif.
3. Teori Atom Rutherford (Tahun 1911)
Dalam teorinya, Rutherford membuat rancangan percobaan penembakan atom emas dengan partikel alfa yang dipancarkan unsur radioaktif.
Hasil percobaan tersebut membuat Rutherford meyatakan sebuah hipotesis yaitu atom tersusun atas inti atom berukuran sangat kecil yang bermuatan positif dengan electron-elektron bermuatan negating mengelilingi inti atom tersebut.
4. Teori Atom Neils Bohr (Tahun 1913)
Dalam teorinya, Bohr melakukan percobaan dengan menggunakan spektrum atom hidrogen. Dari hasil percobaannya, Bohr memberikan gambaran keadaan atau kedudukan orbit elektron dalam menempati daerah di sekitar inti atom.
Bohr berpendapat bahwa elektron mengelilingi inti atom pada orbit atau lintasan tertentu. Serta, terdapat orbit dalam jumlah tertentu dan perbedaan antara orbit satu dengan yang lain adalah jarak orbit dari inti atom.
5. Teori Atom Erwin Schrodinger (Tahun 1926)
Teori atom Erwin telah melahirkan mekanika kuantum. Erwin mengemukakan bahwa awan elektron di sekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tigkat energi elektron.
Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk subkulit. Di sisi lain, mekanika kuantum ini memiliki kekurangan yaitu:
Persamaan tersebut hanya dapat diterapkan secara eksak untuk partikel dalam kotak serta atom yang memiliki elektron tunggal.
Sulit untuk diterapkan dalam sistem makroskopis dengan kumpulan atom.
Sejarah perkembangan teori atom diatas yang cukup terkenal dan dipelajari di tingkatan SMA, merupakan dasar untuk menerangkan peristiwa Kimia (kuantitatif), susunan zat, dan hukum yang berhubungan dengan reaksi Kimia dan ilmu Fisika. (MRZ)
Baca juga: Bagaimana Susunan Elektron pada Atom? Ini Penjelasannya
