Serat Wedhatama: Pengertian, Urutan dan Cuplikan Isinya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Serat Wedhatama adalah karya sastra Jawa yang terdiri dari 5 pupuh yaitu pangkur, sinom, pocung, gambuh, dan kinanti. Serat ini ditulis oleh Mangkunegara IV.
Serat Wedhatama sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai Jawa dan Islam. Karena Mangkunegara IV hidup dan dibesarkan dalam budaya Jawa dan tradisi Islam kejawen yang kental.
Pengertian Serat Wedhatama
Dikutip dalam buku Serat Wedhatama: Mandiri Caraka Trah Mataram oleh Sabdacarakatama (2010:7) Serat Wedhatama mengandung makna yang sangat dalam sekali. Serat artinya kitab, wedha artinya pengetahuan, dan tama adalah utama.
Maka pengertian Serat Wedhatama yaitu Kitab Pengetahuan yang Utama, untuk dapat kiranya memiliki budi atau jiwa yang utama atau luhur bagi setiap kehidupan insan di dunia.
Serat Wedhatama adalah karya sastra yang ditulis oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IV pada abad ke-19. Serat ini ditujukan bagi para putra dan turunannya, agar memiliki watak yang luhur.
Namun di kemudian harinya, ternyata isi dan ajaran tersebut bersifat universal yang artinya bermanfaat bagi siapapun dan berlaku sepanjang masa.
Urutan dan Cuplikan Serat Wedhatama
Serat Wedhatama aslinya berbentuk puisi (tembang), yang lengkapnya tersusun dalam 100 bait (padha). Sedangkan membacanya dengan cara didendang (macapat), baik dengan atau pun tanpa iringan gamelan.
1. Urutan Tembang Macapat
Untuk pembagian dan urutan tembang macapat yang terdapat dalam Serat Wedhatama yaitu:
Pupuh Pangkur (14 bait, 1-14)
Pupuh Sinom (18 bait, 15-32)
Pupuh Pocung (15 bait, 33-47)
Pupuh Gambuh (35 bait, 48-82)
Pupuh Kinanthi (18 bait, 83-100)
2. Cuplikan Serat Wedhatama
Isi dari Serat Wedhatama berupa falsafah kehidupan yang menggabungkan nilai-nilai Jawa dan Islam. Cuplikan isi dari sejumlah bait dalam pupuh yang terkandung dalam Serat Wedhatama di antaranya yaitu:
Lila lamun kelangan nora gegetun. Artinya rela jika kehilangan sesuatu.
Trima lamun ketaman saserik sameng dumadi. Artinya menerima dengan sabar jika mendapatkan perlakuan yang menyakitkan hati.
Legawa nalangsa srah ing Bathara. Artinya ikhlas menyerahkan diri pada Tuhan.
Wirya harta tri winasis. Artinya tiga kedudukan manusia adalah pangkat, harta dan kepintaran.
Eling lan waspada; awas lan eling. Artinya selalu ingat dan waspada.
Gonyak-ganyuk nglelingsemi. Artinya jangan bertindak kurang sopan dalam pertemuan, sehingga memalukan.
Nggugu karepe priyangga. Artinya jangan bertindak semaunya sendiri.
Traping angganira. Artinya harus dapat menempatkan diri.
Angger ugering keprabon. Artinya mematuhi tatanan negara.
Bangkit ajur ajer. Artinya pandai bergaul dengan berbagai kalangan.
Dapat disimpulkan bahwa Serat Wedhatama adalah kitab Jawa yang berisikan pengetahuan tentang budi pekerti untuk menumbuhkan jiwa yang luhur dalam bermasyarakat dengan berlandaskan nilai-nilai Jawa dan Islam. (MRZ)
Baca juga: 2 Jenis Karangan Sastra Jawa
