Konten dari Pengguna

Sifat Kimia Ester beserta Pengertian dan Rumusnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sifat Kimia Ester. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Vedrana
zoom-in-whitePerbesar
Sifat Kimia Ester. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Vedrana

Sifat kimia ester salah satunya adalah bersifat netral dan tidak bereaksi dengan logam natrium ata PCI3. Ester merupakan isomer fungsi dari asam karboksilat dengan gugus fungsi -COO-.

Dikutip dari buku Kimia Farmasi, Nur Halimah (2021: 19), rumus umum asam ester adalah R-COO-R dengan R adalah alkil. Nama lain dari ester adalah alkil alkanoat.

Sifat Kimia Ester

Sifat Kimia Ester. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Fulvio

Ester merupakan suatu senyawa organik dengan sifat-sifat tertentu. Ester terbentuk melalui penggantian atom hidrogen pada gugus karboksil dengan suatu gugus organik (dilambangkan dengan R’).

Asam oksigen adalah suatu asam yang molekulnya memiliki gugus -OH dan hidrogennya dapat menjadi ion H+. Oleh karena itu, ester adalah senyawa kimia turunan asam dimana minimal satu gugus hidroksi (-OH) diganti oleh gugus alkoksi (O-alkil).

Senyawa ester paling banyak diturunkan dari suatu asam karboksilat dan alkohol. Rumus umum R – COO – R’ di mana R dan R’ merupakan gusu alkil/aril, sedangkan – COO – merupakan gugus ester.

Ester mempunyai pusat karbonil yang membentuk sudut 120°C pada ikatan C – C – O dan O – CO. Tidak seperti amida, gugus fungsional ester bersifat fleksibel secara struktural karena rotasi antara ikatan C – O – C mempunyai rintangan yang rendah.

Fleksibilitas dan kerendahan polaritas mempengaruhi sifat fisiknya. Ester cenderung tidak kaku (sehingga mempunyai titk leleh rendah) dan lebih volatil dari pada amida yang rantai karbonnya sama panjang. Sedangkan ester mempunyai gugus fungsi karbonil.

Berikut beberapa sifat kimia ester yang perlu diketahui.

  1. Ester bersifat netral dan tidak bereaksi dengan logam natrium maupun PCl3 .

  2. Ester dapat mengalami hidrolisis menjadi asam karboksilat dan alkohol.

  3. Hidrolisis ester suku tinggi dengan NaOH atau KOH menghasilkan sabun dan gliserol (reaksi penyabunan).

  4. Ester dapat mengalami reduksi menjadi alkohol.

  5. Reduksi terhadap ester tak jenuh suku tinggi (minyak atau lemak cair) yang menghasilkan mentega.

Baca juga: Pengertian Digitonin dan Jenis Mutagen

Demikianlah penjelasan mengenai sifat kimia ester, lengkap dengan pengertian dan rumusnya. Semoga membantu! (Msr)