Konten dari Pengguna

Sikap Tubuh Saat Memasuki Garis Finish pada Lari Cepat

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sikap tubuh saat memasuki garis finish pada lari cepat. Sumber: unsplash.com/BradenCollum.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sikap tubuh saat memasuki garis finish pada lari cepat. Sumber: unsplash.com/BradenCollum.

Sikap tubuh saat memasuki garis finish pada lari cepat adalah condong ke depan. Dari sikap tersebut terlihat perjuangan atlet yang mencapai puncaknya.

Finish dalam lari menentukan segalanya. Apalagi dalam lari cepat yang dapat selesai dalam hitungan detik saja. Semua usaha dilakukan habis-habisan dan secepat kilat, termasuk posisi tubuh yang paling menguntungkan.

Mengenal Sikap Tubuh Saat Memasuki Garis Finish pada Lari Cepat

Ilustrasi sikap tubuh saat memasuki garis finish pada lari cepat. Sumber: unsplash.com/PeterRobbins.

Dikutip dari Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk SMP Kelas VII, Muhajir (2007:52), lari cepat dalam atletik disebut juga lari jarak pendek atau sprint. Atlet harus berlari dalam kecepatan penuh dalam jarak 100, 200, dan 400 meter.

Rekor dunia lari cepat 100 meter masih dipegang Usain Bolt dalam waktu hanya 9,58 detik. Dalam waktu secepat itu, start, kecepatan lari, dan sikap tubuh di dekat garis finish akan menentukan kemenangan.

Finish selalu sangat seru karena biasanya jarak antar atlet lari cepat tidak jauh. Agar memenangkan kompetisi, umumnya sikap tubuh saat memasuki garis finish pada lari cepat adalah condong ke depan.

Berikut adalah alasan mengapa sikap tubuh atlet sering condong ke depan.

1. Penentu Kemenangan

Penentu kemenangan dalam lomba lari cepat didasarkan pada posisi bagian tubuh atas siapa yang menyentuh garis finish lebih dahulu. Atlet berusaha menjulurkan bagian tubuh tersebut sejauh mungkin agar tertangkap kamera lebih dahulu.

Para garis finish, ada kamera yang merekam momen para pelari ketika melintasi garis tersebut. Dahulu rekaman tersebut baru dibuka jika ada keraguan dalam menentukan pemenang. Sekarang rekaman tersebut juga berguna untuk liputan perlombaan di televisi.

2. Teknik Melewati Garis Finish

Setidaknya ada 3 teknik yang sering dilakukan pelari ketika melewati garis finish.

  1. Berlari dengan sikap yang sama sampai setelah 5 meter melewati garis finish. Umumnya sikap tubuh sudah agak condong ke depan meski tidak terlalu tampak.

  2. Ketika akan menyentuh pita finish, dada dicondongkan ke depan dan kedua tangan diayunkan ke belakang.

  3. Ketika akan menyentuh pita finish, dada diputar dengan ayunan tangan ke depan atas sehingga salah satu bahu maju ke depan.

Sikap tubuh saat memasuki garis finish pada lari cepat adalah akhir yang menentukan hasil seluruh perjuangan selama latihan dan lomba. Selisih posisi tubuh nol koma nol sekian sentimeter dapat membedakan antara yang menang dan kalah. (lus)

Baca juga: Bagaimana Gerakan Lengan Lari Jarak Pendek? Ini Penjelasannya