Konten dari Pengguna

Siklus Hidrologi Sedang, Pengertian dan Proses Terjadinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi siklus hidrologi sedang. Sumber: Gianluca/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi siklus hidrologi sedang. Sumber: Gianluca/Pixabay

Siklus hidrologi sedang merupakan bagian dari siklus hidrologi, yang disebut juga dengan siklus air. Pengertian dari siklus hidrologi adalah proses perjalanan air dari atmosfer ke bumi untuk kemudian kembali ke atmosfer. Proses ini terajadi berulang kali atau berjalan seterusnya, dengan tujuan agar ketersediaan air di bumi tidak berubah.

Dikutip dari Buku Ajar Manajemen DAS Pulau-Pulau Kecil, Bokiraiya Latuamury, (2020:61), siklus hidrologi terdiri dari beberapa macam. Berdasarkan panjang pendeknya, siklus hidrologi dibagi menjadi 3 macam, yaitu siklus hidrologi pendek, sedang, dan panjang.

Pengertian Siklus Hidrologi Sedang dan Proses Terjadinya

Ilustrasi siklus hidrologi sedang. Sumber 12138562O/ Pixabay

Siklus hidrologi sedang adalah bagian dari siklus air yang terjadi terus menerus dan berkesinambungan. Dilihat dari segi bahasa, kata hidrologi berasal dari bahasa Yunani, yakni hidro yang berarti air. Hidrologi dapat diartikan ilmu yang mempelajari semua hal yang berhubungan dengan air.

Sedangkan pengertian dari siklus hidrologi sedang adalah tahapan di mana air laut menguap dan terbawa angin menuju daratan. Pada ketinggian tertentu, akan terjadi proses kondensasi, di mana uap air menjadi awan. Sedikit berbeda dengan siklus pendek, air laut menguap menjadi awan dan turun kembali ke laut.

Lalu, bagaimana proses terjadinya siklus hidrologi sedang? Berikut penjelasannya.

  1. Air laut menguap ke atosfer yang disebut dengan tahap evaporasi.

  2. Uap air laut mengalami proses yang mengubah air laut menjadi molekul gas atau uap, terangkat ke atmosfer, terbawa angin menuju daratan.

  3. Uap air mengalami proses kondensasi berubah menjadi awan.

  4. Air yang sudah berubah menjadi awan akan turun atau jatuh di daratan sebagai hujan.

  5. Sebagian air akan meresap ke tanah menjadi nutrisi bagi tanah dan membuat tanah menjadi lebih subur.

  6. Sebagian dari air atau hujan yang turun ke sebuah daratan, akan diserap oleh akar tumbuhan.

  7. Sebagian air yang turun ke daratan akan mengalir ke sungai atau aliran air lainnya di daratan, lalu diteruskan ke tempat di mana air berasal yaitu laut.

Baca juga: Proses Terjadinya Hujan secara Singkat dan Sederhana

Demikian pembahasan tentang siklus hidrologi sedang. Untuk melengkapi informasi, berikut siklus hidrologi ketiga atau siklus hidrologi panjang.

Tahapannya sama, menguapnya air, berubah menjadi awan, terbawa angin dan turun hujan. Perbedaannya hujan yang dihasilkan pada siklus hidrologi panjang berupa salju. Hal ini disebabkan oleh pergerakan uap air yang mengenai lapisan udara dingin. (STA)