Konten dari Pengguna

Siklus Hidup Manusia Sejak Dalam Kandungan Hingga Lanjut Usia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi siklus hidup manusia. Sumber: unsplash.com/PaoloBendandi.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi siklus hidup manusia. Sumber: unsplash.com/PaoloBendandi.

Siklus hidup manusia dipelajari untuk memahami kebutuhan hidup manusia dari dalam kandungan hingga lanjut usia. Pemahaman tersebut digunakan untuk terus-menerus memperbaiki kualitas hidup manusia.

Dibandingkan mahkluk hidup lain, siklus atau daur hidup manusia itu lebih panjang karena ada fase yang dipengaruhi oleh interaksi sosial yang lebih komplek pula. Pengetahuan tentang siklus tersebut merupakan patokan untuk membuat perencanaan dan tujuan hidup.

Siklus Hidup Manusia

Ilustrasi siklus hidup manusia. Sumber: unsplash.com/JohnnyCohen.

Dikutip dari IPA Terpadu untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 1, Mikrajuddin Abdullah dan Kawan-kawan (2007:22), proses pertumbuhan manusia dibagi menjadi 2, yaitu masa dalam kandungan dan masa setelah lahir.

Berikut adalah siklus hidup manusia yang dijabarkan dalam fase-fase pertumbuhan tersebut.

1. Masa Dalam Kandungan

Masa dalam kandungan meliputi masa pembuahan hingga sebelum lahir yang semuanya terjadi di dalam kandungan ibu. Berikut adalah fase-fase dalam kandungan.

  1. Fase Pembuahan

    Pada fase ini, ovum (sel telur) bertemu dengan sperma (sel kelamin jantan) yang menghasilkan zigot. Zigot tumbuh dan masuk ke dalam rahim. Empat hingga enam hari setelah pembuahan, zigot menjadi embrio.

  2. Fase Pertumbuhan Janin

    Pada bulan ketiga, embrio disebut dengan janin atau fetus. Umumnya janin akan lahir setelah usia kandungan 266 hari atau 38 minggu setelah pembuahan.

2. Masa Setelah Lahir

Setelah lahir, manusia akan menjalani kehidupan yang panjang hingga akhir hidupnya. Berikut adalah fase-fase dalam siklus hidup manusia setelah lahir.

  1. Masa Anak-anak

    Pada usia balita terjadi pertumbuhan otak sehingga dibutuhkan makanan yang bergizi. Umumnya anak-anak mulai berjalan dan berbicara pada usia satu tahun. Setelah itu, mereka akan mulai belajar mandiri dan bersosialisi dalam lingkup terbatas.

  2. Masa Remaja (Pubertas)

    Pada masa pubertas akan muncul tanda-tanda seks sekunder yang bisa terlihat. Secara fisik manusia akan bertambah tinggi dan berisi. Salah satu tanda pentingnya adalah mampu menghasilkan sel kelamin.

  3. Masa Dewasa

    Pada masa dewasa, tubuh tidak lagi bertambah tinggi. Kemampuan reproduksi sudah sampai pada tahap matang, baik testis yang menghasilkan sperma pada laki-laki maupun ovarium yang menghasilan sel telur.

    Pada fase ini, manusia memiliki tanggung jawab terbesar dengan menjadi pemimpin keluarga atau masyarakat.

  4. Masa Lanjut Usia

    Pada fase ini, organ manusia melemah, antara lain pigmen rambut berkurang, gigi yang tanggal tidak tumbuh lagi dan kulit keriput.

    Pada wanita, produksi sel telur berhenti atau menopouse. Sedangkan pada laki-laki, pembentukan sperma tetap terjadi meski kualitasnya menurun.

Baca juga: Tahapan Proses Replikasi Virus Melalui Siklus Litik dan Lisogenik

Itulah siklus hidup manusia sejak dalam kandungan hingga lanjut usia. Siklus tersebut merupakan landasan bagi manusia dalam membuat sebagian besar keputusan hidupnya. (lus)