Sistem Limfatik: Pengertian dan Cara Kerjanya di Tubuh Manusia

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem limfatik adalah salah satu sistem penting dalam tubuh manusia. Sistem ini berkaitan erat dengan kekebalan tubuh manusia. Terdapat beberapa organ penting dalam sistem ini, seperti limpa, amandel, kelenjar getah bening, sampai dengan kelenjar timus.
Manusia harus bisa menjaga kesehatan dan fungsi sistem limfatik dalam tubuhnya. Alasannya karena dengan begitu, tubuh dapat melindungi diri dari ancaman infeksi dan menjaga keseimbangan yang diperlukan untuk kelangsungan hidup.
Sistem Limfatik adalah Sistem Penting dalam Tubuh Manusia
Berdasarkan buku Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Daniel Suranta Ginting, Ririn indriani, dkk, 2022, pengertian sistem limfatik adalah koneksi antara jaringan dan organ tubuh yang berkerjasama untuk mengalirkan kelebihan cairan getah bening kembali ke peredaran darah.
Sistem limfatik memliki beberapa fungsi utama. Mulai dari menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengangkut sel-sel darah putih untuk melawan infeksi, hingga mengumpulkan dan mengangkut zat-zat sisa dari jaringan tubuh.
Beberapa bagian penting dari sistem limfatik antara lain:
1. Kelenjar Limfatik (Limphaden)
Kelenjar limfatik dikenal juga sebagai kelenjar getah bening. Ketika tubuh terinfeksi, kelenjar limfatik dapat membesar dan menjadi nyeri sebagai tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang bekerja melawan infeksi.
2. Pembuluh Limfatik
Pembuluh limfatik adalah saluran berukuran kecil yang mengangkut limfa (cairan bening yang mirip dengan plasma darah). Pembuluh limfatik mengalirkan limfa dari jaringan tubuh ke kelenjar limfatik dan kembali ke peredaran darah.
3. Organ Limfatik
Selain kelenjar limfatik, ada organ limfatik yang penting dalam sistem limfatik, yaitu limpa, tonsil (amandel), dan sumsum tulang.
Cara Kerja Sistem Limfatik dalam Tubuh
Bagaimana cara kerja sistem limfatik hingga bisa memaksimalkan fungsinya bagi tubuh manusia? Inilah urutan cara kerja sistem tersebut.
Limfa terbentuk dari cairan yang keluar dari pembuluh darah kapiler saat darah mengalir melalui jaringan tubuh.
Limfa mengalir melalui jaringan tubuh. Selama perjalanan, sistem limfatik berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dan membersihkan jaringan dari zat-zat sisa, patogen, dan sel-sel yang rusak.
Kemudian limfa akan dikumpulkan oleh pembuluh limfatik, yang mirip dengan pembuluh darah, tetapi lebih besar dan memiliki dinding yang lebih tipis.
Selama perjalanan, limfa dapat mengangkut sel-sel darah putih yang telah teraktivasi untuk melawan infeksi.
Pembuluh limfatik membawa limfa menuju kelenjar limfatik, yang berperan dalam mengenali dan menghilangkan patogen seperti bakteri atau virus.
Jika kelenjar limfatik mendeteksi ancaman terhadap kesehatan, sel-sel darah putih akan melawan infeksi di sini.
Organ limfatik seperti sumsum tulang, limpa, dan timus adalah tempat sel-sel darah putih, termasuk limfosit (limfosit B dan limfosit T), diproduksi dan berkembang.
Setelah limfa melewati kelenjar limfatik dan organ limfatik, akhirnya kembali ke aliran darah utama melalui vena besar di dekat jantung.
Dari sini, zat-zat sisa yang terkandung dalam limfa dapat dihilangkan oleh organ penghilang limbah, seperti ginjal.
Baca Juga: Nodus Limfa: Pengertian, Fungsi dan Letaknya pada Tubuh
Sistem limfatik adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Jika terjadi gangguan dalam sistem limfatik, seperti pembengkakan kelenjar limfatik atau limfoma, dapat mengganggu fungsi sistem pada tubuh manusia dan memerlukan perawatan medis. (DNR)
