SPK: Pengertian, Cara Penyusunan, dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Perintah Kerja atau SPK adalah surat resmi yang diberikan kepada penerima tugas. Dengan adanya SPK, pekerja dan pihak-pihak terkait akan mendapatkan jaminan dan kejelasan tentang apa saja yang harus dilakukan dalam pekerjaan tersebut.
Isi dari surat ini antara lain menjelaskan tentang rincian pekerjaan dan berbagai instruksi kepada pihak-pihak tertentu. SPK dinilai sangat penting bagi penerima tugas tersebut.
Pengertian SPK di Pekerjaan
SPK merupakan surat yang dipergunakan untuk memerintah seseorang agar melakukan suatu pekerjaan. Dalam SPK, ada orang yang berlaku sebagai pihak pertama dan ada orang lain yang berlaku sebagai pihak kedua.
Pihak pertama ialah orang yang menerbitkan surat perintah kerja tersebut, dan pihak kedua ialah orang yang akan bertanggung jawab atau orang yang akan melakukan pekerjaan tersebut.
Menurut buku Bahasa Indonesia untuk SMK dan MAK Kelas XI, Yustinah dan Ahmad Iskak (2006:41), melalui Surat Perintah Kerja, seseorang (pekerja) dapat mengetahui dengan pasti apa yang menjadi tugasnya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa SPK atau Surat Perintah Kerja adalah surat resmi yang dipergunakan untuk melakukan suatu pekerjaan kepada seseorang penerima tugas. Sehingga surat ini sangat penting bagi mereka selaku penanggung jawab semua pekerjaan untuk mengetahui isi tugas-tugasnya.
Cara Penyusunan SPK dan Contohnya
Setelah mengetahui tentang pengertian SPK berikut langkah-langkah cara penyusunan SPK sebagai acuan untuk membuatnya.
Menulis secara rinci informasi mengenai perusahaan atau instansi pemerintah meliputi nama lengkap, alamat email, alamat tempat, nomor telepon.
Menulis nomor surat sesuai dengan penerbitan dari tempat kerja.
Menyertakan identitas lengkap dari pekerja yang menerima perintah tugas dan juga yang memberikan tugas. Data meliputi nama lengkap, alamat, nomor telepon, dan jabatan
Menulis kalimat pengantar dan penutup dengan singkat dan jelas.
Menulis detail perintah dan tugas-tugas yang harus dikerjakan dengan bahasa yang mudah dipahami dan jelas.
Menyertakan tanda tangan pembuat surat dan pemberi perintah lainnya dalam SPK tersebut.
Apabila sudah memahami cara penyusunan SPK, ada baiknya melihat contoh SPK untuk dijadikan referensi. Berikut contoh SPK.
PT TERDEPAN ADI SENTOSA
Jl. Bimasakti, Umbulmartani, Sleman, Yogyakarta
terdepanadi@gmail.com
SURAT PERINTAH KERJA (SPK)
Nomor : 01/XII/072023
Salam Sejahtera
Yth Bapak/Ibu
Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Puji Laksana
Jabatan: Direktur Utama PT Terdepan Adi Sentosa
Alamat : Jl. Bimasakti, Umbulmartani, Sleman, Yogyakarta
Dengan ini memerintahkan kepada:
Nama : Diva Aulia
Jabatan: Manajer Marketing PT Semua Bahagia
Alamat : Jl. Bimasakti, Umbulmartani, Sleman, Yogyakarta
Bersamaan surat ini untuk melakukan pelatihan rutin yang di fasilitasi oleh perusahaan. Segala pekerjaan yang sedang dikerjakan dapat diselesaikan setelah pelatihan selesai. Ketentuan mengikuti pelatihan sesuai persyaratan yang terlampir.
Berikut waktu pelaksanaan:
Hari, Tanggal: Senin, 13 April 2024
Tempat: Hotel Pheonix
Pukul: 08.00 WIB - Selesai
Demikian Surat Perintah Kerja ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Yogyakarta, 30 Maret 2023
PT Terdepan Adi Sentosa
Puji Laksana
Direktur Utama
Baca Juga: Ciri-ciri Surat Resmi beserta Fungsi dan Contohnya
Ddapat disimpulkan bahwa SPK adalah surat penting yang akan memberikan penjelasan untuk seseorang terkait tugas dan tanggung jawabnya. Karena itu harus dibuat secara rinci dan sejelas-jelasnya.
(DVA)
