Konten dari Pengguna

Stereotip: Pengertian, Penyebab beserta Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian stereotip. Sumber foto : pexels/KetutSubiyanto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian stereotip. Sumber foto : pexels/KetutSubiyanto

Istilah stereotip pastinya familiar dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian stereotip adalah pandangan terhadap berbagai hal baik itu sifat, watak, budaya dari individu ataupun kelompok.

Walaupun istilah ini sering didengar ataupun dibaca di berbagai artikel, sayangnya masih sedikit yang paham akan maknanya. Stereotip ini bisa dalam bentuk hal positif maupun negatif, bisa juga benar atau salah terkait individi atau kelompok sosial.

Pengertian, Penyebab dan Contoh Stereotip dalam Kehidupan

Ilustrasi stereotip adalah. Sumber foto : pexels/RDNE Stock project

Untuk lebih mudah memahami tentang stereotip ini, coba dilihat dari lingkungan sekitar. Stereotip ini muncul ketika pertama kali bertemu seseorang misalnya. Akan ada sebuah penilaian yang muncul saat mulai berkomunikasi dengan individu tersebut.

Agar lebih paham, dikutip dari buku Kajian serba linguistik oleh Anton M. Moeliono (2000), pengertian stereotip menurut Quatshooff (1973:19) adalah gambaran ciri-ciri khas yang dimiliki orang tertentu atau sekelompok orang, dan gambaran ini tidak dibentuk oleh orang atau kelompok tersebut melainkan oleh anggota masyarakat di luar kelompok.

Stereotip tidak muncul secara tiba-tiba. Ada beberapa penyebab yang melatarbelakangi munculnya hal ini, entah itu pengalaman pribadi atau faktor lingkungan.

Berikut ini penyebab munculnya stereotip dan contoh dalam kehidupan yang perlu diketahui.

1. Keluarga

Keluarga adalah lingkungan pertama bagi seorang anak. Ada banyak hal yang didapatkan dari lingkup kecil ini. Seorang anak adalah peniru yang andal, mereka akan meniru apapun yang dilihat dari anggota keluarga lain.

Contoh stereotip dalam keluarga bisa dilihat ketika menyambut kelahiran, apabila anak perempuan akan ada dekor kamar dan seluruh pakaian berwarna pink. Jika calon bayinya laki-laki maka yang dipilih warna biru.

2. Teman

Teman memiliki pengaruh sosial terhadap seorang anak dari masa pra sekolah hingga kuliah. Teman sebaya yang laki-laki akan mendorong temannya untuk bermain permainan laki-laki seperti sepak bola. Sementara anak perempuan bermain boneka.

3. Sekolah

Sekolah juga turut menjadi penyebab berkembangnya stereotip ini. Misalnya, guru-guru mengatakan bahwa anak-anak duduk di depan akan lebih pintar dibandingkan yang di belakang. Begitu juga anak-anak dengan nilai bagus akan berhasil saat dewasa.

4. Masyarakat

Stereotip dalam masyarakat muncul dari cara sikap mereka memandang apa saja yang sudah disediakan bagi anak laki-laki dan perempuan mengidentifikasikan dirinya. Misalnya, perempuan cenderung memerlukan bantuan untuk mengerjakan sesuatu, sedangkan laki-laki sebagai pemberi solusi.

5. Media massa

Media massa juga turut menjadi penyebab stereotip berkembang di masyakarat. Ini bisa dilihat dari beragam iklan juga berita TV, digital maupun koran.

Contoh yang bisa dilihat ketika terjadinya serangan teroris. Media pun memberitakan tentang serangan tersebut yang dilakukan oleh seseorang beragama Islam. Pemberitaan yang masif, membuat opini di masyarakat bahwa muslim itu jahat, padahal hal tersebut tidaklah benar.

Baca juga : 6 Stereotip Salah tentang Ibu Bekerja

Dari penjelasan di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa stereotip adalah sebuah kerangka ‘cepat berpikir’ yang akan memberikan masyarakat informasi tentang suatu hal. Tapi, sebaiknya informasi tersebut didukung dengan informasi berimbang dari berbagai sumber agar tidak bias dalam berpikir. (RAN)