Struktur Batuan Metamorf beserta Faktor Penyebabnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Struktur batuan metamorf terdiri dari susunan bagian massa batuan yang tidak tergantung kepada skala. Hal ini dapat mencakup hubungan antara bagian-bagiannya, ukuran relatif, bentuk, dan bentuk internal dari masing-masing bagian.
Secara umum diketahui struktur batuan dari metamorf terbagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok yang dimaksud adalah kelompok dengan struktur foliasi dan struktur non foliasi.
Struktur Batuan Metamorf
Dikutip dari buku Geografi Menyingkap Fenomena Geosfer untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Ahmad Yani dkk (2007: 82), istilah batuan metamorf dapat disebut dengan batuan malihan.
Batuan tersebut berasal dari batuan beku, batuan sedimen, dan batuan hasil pemalihan itu sendiri. Struktur batuan metamorf adalah sebagai berikut.
1. Struktur Foliasi
Struktur yang pertama adalah struktur foliasi dapat dibagi menjadi beberapa struktur kembali, antara lain:
Struktur skistose, yaitu struktur yang memperlihatkan penjajaran mineral pipih meliputi biotit, muskovit, dan felspar.
Struktur gneisik, yaitu struktur batuan yang memperlihatkan penjajaran mineral granular, dengan jumlah mineral granular relatif lebih banyak dibanding mineral pipih.
Struktur slatycleavage, yaitu struktur batuan yang memperlihatkan penjajaran mineral pipih.
Struktur phylitic, yaitu jenis struktur yang memperlihatkan penjajaran mineral agak kasar.
2. Struktur Non Foliasi
Struktur berikutnya adalah struktur non foliasi. Struktur ini terbagi menjadi sebagai berikut:
Struktur hornfelsik, yaitu jenis struktur yang memperlihatkan butiran-butiran mineral relatif seragam.
Struktur kataklastik, yaitu jenis struktur yang memperlihatkan adanya penghancuran terhadap batuan asal.
Struktur milonitik, yaitu jenis struktur yang memperlihatkan liniasi oleh adanya orientasi mineral yang berbentuk lentikuler dan butiran mineralnya halus.
Struktur pilonitik, yaitu jenis struktur yang memperlihatkan liniasi dari belahan permukaan yang berbentuk paralel dan butiran mineralnya lebih kasar dibanding struktur milonitik.
Struktur flaser, yaitu jenis struktur batuan yang sama dengan struktur kataklastik, namun struktur batuan asal berbentuk lensa yang tertanam pada masa dasar milonit.
Struktur augen, yaitu jenis struktur yang sama dengan struktur flaser, hanya lensa-lensanya terdiri dari butir-butir fel spar dalam masa dasar yang lebih halus.
Struktur granulose, yaitu jenis struktur yang sama dengan struktur hornfelsik, hanya butirannya mempunyai ukuran beragam.
Struktur liniasi, yaitu jenis struktur yang memperlihatkan adanya mineral yang berbentuk jarus atau fibrous.
Faktor Penyebab Terbentuknya Batuan Metamorf
Batuan metamorf dapat terbentuk karena beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya batuan tersebut. Faktor penyebab terbentuknya batuan metamorf adalah sebagai berikut.
1. Temperatur
Faktor pertama adalah temperatur. Hal ini merupakan salah satu faktor yang paling kuat, karena paling besar pengaruhnya dalam menyebabkan metamorf.
Kebanyakan dari reaksi kimia akan dipercepat oleh kenaikan temperatur, bahkan ada beberapa reaksi yang hanya bisa berlangsung pada temperatur yang tinggi.
2. Tekanan
Kedua adalah faktor tekanan. Tekanan yang dimaksud adalah tekanan dalam proses metamorf yang bersifat sebagai stress yang mempunyai besaran serta arah.
Tekstur dari batuan metamorf akan memperlihatkan bahwa batuan ini terbentuk di bawah differensial stress, atau tekanannya sama besar dari segala arah.
Baca juga: Struktur Xilem dan Perbedaannya dengan Floem
Itulah ulasan tentang struktur batuan metamorf beserta faktor penyebabnya. Semoga dapat menambah wawasan. (MAE)
