Struktur Kulit dan Fungsinya dalam Pelajaran Biologi

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Para siswa perlu mengetahui struktur kulit dan fungsinya dalam pelajaran biologi. Kulit adalah organ ekskresi yang menutupi seluruh bagian tubuh dan paling peka terhadap rangsangan. Rangsangan yang dimaksud dapat berupa sentuhan, panas, dan tekanan.
Kulit akan mengeluarkan zat-zat yang sudah tidak bermanfaat bagi tubuh dalam bentuk keringat. Faktor-faktor yang memengaruhi produksi keringat di dalam tubuh, di antaranya aktivitas, berat badan, suhu lingkungan, dan ketebalan pakaian.
Struktur Kulit dan Fungsinya
Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh manusia. Jika dibentangkan, kulit orang dewasa diperkirakan memiliki luas sekitar dua meter persegi. Selain itu, kulit menjadi salah satu organ yang paling penting bagi kelangsungan hidup manusia.
Tidak hanya warna dan ketebalan, tipe kulit setiap orang juga berbeda-beda. Pembagian tipe kulit seseorang tergantung pada jumlah air yang terkandung pada kulit, jumlah minyak di dalam kulit, dan seberapa sensitif kulit tersebut.
Berdasarkan faktor tersebut tipe kulit manusia dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Mulai dari kering, berminyak, normal, kombinasi, dann sensitif. Dikutip dari buku Siap MHDP UN 09 IPA, Agung Nugroho dkk (2009: 199), berikut struktur kulit dan fungsinya.
1. Struktur Kulit
Secara umum, kulit terdiri dari tiga lapisan. Mulai dari lapisan terluar (epidermis), lapisan dermis, dan lapisan terdalam (hipodermis). Berikut penjelasannya.
Lapisan Epidermis atau Terluar
Lapisan epidermis merupakan lapisan terluar yang biasa dilihat dan disentuh. Lapisan ini tersusun atas sel-sel epitel dan tidak mengandung serabut saraf maupun pembuluh darah.
Lapisan Dermis
Lapisan dermis merupakan lapisan di bawah epidermis yang mengandung serabut saraf. Selain itu, di lapisan ini juga terdapat pembuluh darah, pembuluh limfa, kelenjar minyak, serta kelenjar keringat.
Lapisan Hipodermis atau Terdalam
Lapisan hipodermis adalah lapisan di bawah dermis yang mengandung banyak jaringan ikat. Jaringan ikat tersebut berfungsi untuk menempelkan kulit pada otot.
2. Fungsi Kulit
Sebagai pelindung organ tubuh bagian dalam dari kerusakan.
Sebagai tempat tumbuhnya rambut.
Sebagai indera peraba.
Mengatur jumlah air yang masuk ke dalam tubuh.
Mengatur suhu tubuh.
Tempat menyimpan vitamin D serta kelebihan lemak.
Baca juga: Mengenal Fungsi Reseptor pada Kulit sebagai Indera Peraba
Itulah penjelasan mengenai struktur kulit dan fungsinya dalam pelajaran biologi yang perlu diketahui para siswa. Semoga pengetahuan tersebut dapat menambah wawasan para siswa mengenai organ kulit. (Msr)
