Struktur Tubuh Basidiomycota beserta Cara Reproduksinya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Struktur tubuh basidiomycota tersusun atas hifa bersekat yang membentuk miselium serta basidiokarp yang menyerupai payung. Pada bagian bawah payung terdapat bilah-bilah berbentuk lembaran penghasil basidiospora sebagai alat reproduksi secara seksual.
Basidiomycota adalah jamur berfilamen yang terbentuk dari kumpulan benang-benang yang disebut dengan hifa. Jamur ini bereproduksi secara aseksual maupun seksual. Contoh basidiomycota yaitu jamur merang dan jamur kuping.
Struktur Tubuh Basidiomycota
Dikutip dalam buku Mengenal Jamur Makroskopis di Bumi Gorontalo oleh Jumadil, dkk (2023:6) basidiomycota merupakan kelompok jamur dengan ciri utama memiliki basidiokarp dengan berbagai warna dan ukuran. Jamur ini memiliki ukuran yang cukup besar sehingga mudah untuk diamati.
Istilah basidiomycota berasal dari bahasa Yunani yaitu basidium yang artinya alas kecil. Struktur tubuh basidiomycota (seluruh jamur jenis ini) yaitu bersel banyak (multiseluler) dengan hifa bersekat. Hifa bercabang-cabang membentuk miselium.
Miselium tersusun padat membentuk tubuh buah makroskopis (basidiokarp), namun ada pula yang tidak membentuk tubuh buah. Bentuk basidiokarp bervariasi, antara lain seperti payung, lingkaran, kancing, atau telinga manusia.
Pada bagian bawah payung terdapat bilah-bilah berbentuk lembaran seperti ingsang tempat basidium menghasilkan basidiospora sebagai alat reproduksi secara seksual.
Cara Reproduksi Basidiomycota
Dalam buku Modul Biologi Berbasis Reading Questioning & Answer (RQA) : Materi Jamur (Kingdom Fungi) untuk Peserta Didik SMA/MA Kelas X oleh Layyinatul Luyunah, dan Mucharommah Sartika Ami, M.Pd. (2021:23-24), basidiomycota bereproduksi secara asekseual (vegetatif) dan seksual (generatif). Namun reproduksi seksual pada basidiomycota lebih sering terjadi daripada reproduksi secara aseksual. Berikut penjelasannya.
1. Reproduksi Aseksual
Reproduksi secara aseksual pada basidiomycota terjadi dengan membentuk konidiospora (spora konidia). Hifa haploid (n) yang sudah dewasa akan menghasilkan konidiofor (tangkai konidia).
Pada ujung konidiofor terbentuk spora yang dapat diterbangkan oleh angin. Konidia memiliki jumlah kromosom yang haploid (n). Bila kondisi lingkungan menguntungkan, maka konidia akan berkecambah menjadi hifa yang haploid.
2. Reproduksi Seksual
Reproduksi secara seksual pada basidiomycota terjadi melalui peleburan antar hifa berbeda jenis yang akan menghasilkan spora seksual basidiospora. Adapaun mekanisme reproduski seksual yaitu:
Miselium (+) dan miselium (-) masing-masing berkromomosom haploid bertemu.
Terjadi plasmogami antar miselium (+) dengan miselium (-) menghasilkan miselium dengan hifa dikariotik (berinti sel dua).
Perubahan cuaca lingkungan mengakibatkan miselium dikariotik membentuk tubuh buah (basidiokarp).
Permukaan bawah basidiokarp dilapisi oleh sel-sel dikariotik yang disebut basidium.
Selanjutnya terjadi peleburan inti yang akan menghasilkan nukleus yang diploid (2n).
Nukleus diploid segera membelah secara meiosis menghasilkan empat inti yang haploid (n).
Masing-masing basidium melakukan empat pertumbuhan yang membentuk tonjolan yang disebut sterigma.
Basidiospora yang sudah masak akan terlepas dari basidium dan berkecambah menjadi hifa yang haploid (n).
Hifa haploid akan bercabang-cabang menjadi miselium yang haploid.
Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Jamur, Klasifikasi, dan Kegunaannya Bagi Kehidupan
Pada dasarnya ciri utama dari struktur tubuh basidiomycota yaitu memiliki basidiokarp dengan bagian bawah terdapat lembaran penghasil basidiospora sebagai alat reproduksi secara seksual. (MRZ)
