Konten dari Pengguna

Struktur Tubuh Protozoa dan Klasifikasinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Struktur tubuh protozoa. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels/Monstera Production
zoom-in-whitePerbesar
Struktur tubuh protozoa. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels/Monstera Production

Protozoa merupakan organisme uniseluler yang berperan penting dalam ekosistem. Struktur tubuh protozoa sendiri terdiri dari satu sel yang menjadi tempat proses metabolisme berlangsung.

Dikutip dari buku Biologi Jilid 1 oleh Diah Aryulina, dkk (2004:95) protozoa dapat menguntungkan dan merugikan manusia. Sebab, protozoa mampu mengontrol jumlah bakteri di alam karena berperan sebagai pemangsa.

Struktur Protozoa

Struktur tubuh protozoa. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels/turek

Protozoa adalah mikroorganisme yang termasuk dalam kingdom pratista. Selain itu juga memiliki peran sebagai konsumen dan predator dalam rantai makanan di ekosistem. Untuk mengenalnya lebih lanjut, simak struktur tubuh protozoa dalam uraian berikut.

1. Sel

Protozoa terdiri dari satu sel yang dapat disebut sebagai sel eukariotik. Di dalamnya terjadi berbagai proses kehidupan terjadi, seperti respirasi, pencernaan, reproduksi, dan juga pergerakan.

2. Sitoplasma

Sitoplasma adalah bagian sel yang mengisi ruang antara inti dan membran sel. Terdapat berbagai organel sel yang menempati sitoplasma. Contohnya mitokondria, retikulum endoplasma, dan badan Golgi.

3. Inti Sel

Struktur tubuh protozoa selanjutnya adalah terdapat inti sel yang mengandung materi genetik. Selain itu, inti sel memiliki peran utama dalam pengendalian pertumbuhan, reproduksi, dan lainnya.

4. Membran Sel

Membran sel merupakan bagian yang berfungsi untuk menyelimuti sel protozoa dan menjaga lalu lintas zat yang masuk dan keluar. Bagian ini juga memiliki peran dalam interaksi sel.

5. Silia dan Flagela

Selanjutnya terdapat silia dan flagela yang menjadi alat gerak bagi protozoa. Silia ummnya berbentuk rambut getar, sedangkan flagela menjadi ekor cambuk.

6. Pseudopodia

Pseudopodia juga menjadi alat gerak pada beberapa jenis protozoa. Bentuk dari Pseudopodia adalah kaki semu yang dapat digunakan untuk menarik diri atau mencari mangsa.

7. Vakuola Pangan

Vakuola pangan merupakan bagian dari dalam sel protozoa yang berfungsi untuk mencerna makanan. Sehingga, saat makanan masuk dalam sel maka vakuola pangan akan mengeluarkan enzim pencernaan.

8. Vakuola Kontraktil

Vakuola kontraktil ialah struktur tubuh protozoa yang memiliki fungsi tertentu. Bagian ini mampu berperan dalam mengatur keseimbangan air dan ion yang ada di sel.

Klasifikasi Protozoa

Struktur tubuh protozoa. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels/Monstera Production

Setelah memahami struktur tubuh protozoa, penting untuk mengetahui klasifikasi yang dimiliki oleh organisme ini. Berikut adalah klasifikasi dari protozoa.

  1. Rhizopoda, merupakan jenis protozoa yang dapat bergerak dengan bantuan kaki semu atau pseudopodia. Contohnya adalah amoeba.

  2. Flagellaa, adalah organisme dari protozoa yang memiliki bulu cambuk sebagai alat gerak. Bentuk dari protozoa ini relatif tetap dengan ukuran lebih kurang 0,1 mm.

  3. Sporozoa, ialah organisme yang memiliki nukleus dengan bentuk tubuh yang bulat dan panjang. Namun, organisme ini tidak memiliki alat gerak dan bersifat parasit.

  4. Ciliata, adalah protozoa yang dapat bergerak dengan bantan rambut getar yang disebut sebagai cilia. Biasanya dapat ditemukan di sawah, rawa, dan tanah berair.

Baca Juga: Mengenal Ciri-ciri Sporozoa beserta Pengertian dan Contohnya

Itulah penjelasan mengenai struktur tubuh protozoa yang pentong untuk diketahui. Penjelasan di atas dapat dijadikan sebagai referensi pembelajaran siswa di rumah. (NUM)