Konten dari Pengguna

Struktur tubuh Zygomycota, Jamur dalam Pembuatan Makanan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi struktur tubuh Zygomycota. Sumber: pexels.com/NathalieDeBoever.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi struktur tubuh Zygomycota. Sumber: pexels.com/NathalieDeBoever.

Struktur tubuh Zygomycota menarik untuk dipelajari, terutama bagi ingin memanfaatkan jenis jamur ini lebih jauh lagi. Zygomycota mungkin terdengar sangat asing. Namun sebenarnya jamur ini sudah banyak digunakan dalam proses pembuatan makanan.

Tak semua jamur bisa dikonsumsi atau bisa digunakan dalam proses pembuatan makanan. Karena itu, masyarakat harus tahu lebih banyak tentang jamur yang akan digunakan.

Struktur Tubuh Zygomycota

Ilustrasi struktur tubuh Zygomycota. Sumber: pexels.com/CottonbroStudio.

Dikutip dari Biologi SMA dan MA untuk Kelas X Jilid 1, Diah Aryulina dan Kawan-kawan (2004:123), diperkirakan ada sekitar 600 spesies jamur dari divisi Zygomycota. Sebagian jamur bermanfaat, sebagian lagi tumbuh di makanan basi.

Spesies yang terkenal untuk pembuatan makanan adalah Rhizopus oryzae untuk pembuatan tempe dan Mucor javanicus untuk pembuatan tape. Sedangkan contoh jamur yang tumbuh di makanan basi adalah Rhizopus stolonifer pada roti.

Struktur Zygomycota pada masing-masing spesies memiliki beberapa perbedaan bagian tubuh, namun umumnya bersifat multiseluler dan berbentuk kapang atau mirip benang. Berikut adalah struktur tubuh Zygomycota tersebut.

  1. Sporangium

    Zygomycota melakukan reproduksi aseksual dan seksual. Sporangium adalah struktur penghasil spora vegetatif atau aseksual.

    Sporangium merupakan tempat terjadinya peristiwa mitosis. Jika sporangium masak, dindingnya akan robek sehingga spora menyebar. Spora yang dihasilkan bersifat haploid. Jika jatuh di tempat yang tepat, spora akan menjadi hifa.

    Hifa adalah struktur Zygomycota yang berbentuk tabung halus yang berisi protoplas dengan banyak inti. Perkawinan antara hifa yang berbeda jenis atau reproduksi seksual menghasilkan zigospora sehingga zigot dan zigosporanya bersifat diploid.

  2. Sporangiofor

    Sporangiofor merupakan cabang tegak ke atas yang muncul dari hifa. Ujung sporangiofor menggelembung membentuk sporangium. Sporangiofor tumbuh secara bergerombol. Sementara Hifa akan tumbuh membentuk jalinan miselium.

  3. Hifa stolon.

    Hifa stolon adalah hifa yang tumbuh mendatar di antara sporangiofor. Stolon berfungsi sebagai batang penghubung antar sporangiofor.

  4. Hifa rizoid.

    Hifa rizoid adalah hifa yang berfungsi untuk menyerap substrat dari permukaan benda (misalnya roti) yang ditempelnya. Rizoid tumbuh di sepanjang stolon dengan bentuk menyerupai akar.

Baca juga: 5 Contoh Penerapan Bioteknologi dalam Proses Pembuatan Makanan

Struktur tubuh Zygomycota terlihat sederhana. Meski secara kasatmata pertumbuhannya tampak jelas dan sangat cepat, namun untuk mengamati strukturnya secara detail diperlukan mikroskop. (lus)