Sudut Pandang Ronggeng Dukuh Paruk, Novel Karya Ahmad Tohari

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudut pandang Ronggeng Dukuh Paruk sangat menarik untuk diketahui. Pasalnya, Ronggeng Dukuh Paruk merupakan salah satu novel legendaris Indonesia.
Ronggeng Dukuh Paruk merupakan novel yang ditulis oleh Ahmad Tohari pada dan diterbitkan pertama kali pada tahun 1982. Novel ini bergenre fiksi sejarah dengan bumbu romansa di dalamnya.
Sinopsis Ronggeng Dukuh Paruk
Mengangkat latar waktu tahun 1960-an yang penuh dengan gejolak politik, Ronggeng Dukuh Paruk mengisahkan gadis bernama Srintil yang tinggal di desa keterbelakangan bernama Dukuh Paruk.
Sejak bayi, Srintil dirawat oleh kakek-neneknya. Ia yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal bersama 16 penduduk lain akibat bencana keracunan tempe bongkrek.
Sejak kecil, ia diyakini sudah kerasukan indang ronggeng, sehingga Srintil digembleng menjadi ronggeng. Untuk menjadi ronggeng sesungguhnya, ia disuruh untuk mengikuti sejumlah ritual.
Namun, teman main Srintil sejak masih kecil, Rasus, keberatan dengan semua ritual tersebut. Rasus merasa sakit hati dan cemburu karena Srintil menjadi ronggeng.
Terlebih, Rasus tidak berdaya saat perempuan yang dicintainya menjadi ronggeng, yang membuat kegadisan Srintil disayembarakan. Bahkan beberapa orang berebut untuk mengambil keperawanan Srintil.
Sejak saat itu, berbagai konflik muncul yang menguji kekuatan cinta Rasus dan Srintil.
Sudut Pandang Ronggeng Dukuh Paruk
Dikutip dari buku Siap Menghadap Ujian Nasional SMA/MA 2009 Bahasa Indonesia, Winarsih dan Wahyuni (2008:55), sudut pandang adalah kedudukan pengarang dalam cerita. Dalam cerita, pengarang dapat menempatkan diri sebagai pelaku atau hanya sebagai pencerita yang tidak terlibat dalam cerita.
Adapun sudut pandang Ronggeng Dukuh Paruk adalah sudut pandang orang ketiga. Hal ini karena Ahmad Tohari sebagai pengarang tidak terlibat di dalam cerita.
Ia hanyalah seorang pencerita dan menyebut Srintil sebagai pelaku utama sebagai “dia” atau menyebut namanya.
Agar lebih paham, berikut kutipan dari novel Ronggeng Dukuh Paruk yang menunjukkan sudut pandang orang ketiga.
Rasus kembali pada masa sekarang ketika harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Srintil menjadi ronggeng yang tidak disukainya”.
Itu dia pembahasan mengenai sudut pandang Ronggeng Dukuh Paruk beserta sinopsisnya. Semoga ulasan ini dapat memperdalam pemahaman tentang novel Ronggeng Dukuh Paruk secara keseluruhan. (YAS)
Baca juga: 7 Unsur Intrinsik Cerita Fiksi serta Penjelasannya
