Tahapan Melakukan Lompat Tinggi Gaya Straddle yang Wajib Diketahui

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lompat tinggi adalah salah satu cabang dari atletik yang menguji keberanian melewati palang tanpa bantuan alat dengan berbagai jenis gaya salah satunya gaya straddle. Tahapan melakukan lompat tinggi gaya straddle terdiri dari tahapan awalan, tolakan, dan lainnya.
Selain awalan terdapat tahapan lainnya, yaitu tolakan, melayang, dan mendarat. Tujuan dari olahraga ini yaitu untuk memperoleh kemampuan lompatan setinggi-tingginya saat melewati bilah mistar dengan ketinggian tertentu.
Tahapan Melakukan Lompat Tinggi Gaya Straddle
Dalam buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Untuk kelas X Sekolah Menengah Atas, Irwansyah (2007:132-134), tahapan melakukan lompat tinggi gaya straddle (gaya guling) terdiri dari awalan, tolakan, sikap badan di atas mistar, dan sikap badan saat mendarat. Adapun penjelasannya, yaitu sebagai berikut.
1. Awalan
Tujuan dari awalan dalam lompat tinggi adalah untuk mendapatkan daya gerak (momentum) dari gerak mendatar atau horizontal ke arah gerak vertikal. Jarak awalan untuk melakukan lompat tinggi yang biasa digunakan adalah 12 sampai 15 langkah.
Teknik dasar yang sering digunakan untuk melakukan awalah pada lompat tinggi gaya guling (straddle) adalah sebagai berikut.
Tolakan dengan menggunakan kaki kiri biasanya untuk mengambil awalan dari samping kiri.
Jarak antara kaki tolak dan mistar yang akan dilompati kira-kira 40-50 cm.
Jarak tempat kaki tolak saat melakukan sikap awalan biasanya ditentukan dengan ketinggian mistar yang akan dilompati. Misalnya, mulai dari 3 langkah, 5 langkah, 7 langkah, sampai 15 langkah.
Sudut antara tempat tolakan dan tempat dimulainya awalan dalam lompat tinggi gaya guling adalah 28 derajat sampai 39 derajat.
Langkah dari tempat permulaan awal ke tolakan hendaknya dilakukan dengan cepat dan tepat.
2. Cara Melakukan Tolakan
Tolakan adalah perpindahan gerakan yang cepat dari kecepatan horizontal ke arah vertikal. Gerakan ini dilakukan dari tiga langkah terakhir dan dilakukan dengan menggunakan kaki yang kuat. Hal ini dilakukan agar dapat mengangkat badan ke atas melewati mistar.
Tolakan dilakukan mulai dari tumit, terus ke telapak kaki dan terakhir pada ujung kaki. Tolakan dilakukan dengan cepat dan sekuat-kuatnya. Teknik sikap badan saat melakukan tolakan dalam lompat tinggi gaya guling adalah sebagai berikut.
Pada waktu berat badan berada di atas kaki tolak, secepat mungkin pergelangan kaki ditolakkan lurus ke atas. Badan direbahkan ke belakang sehingga berat badan berada di kaki belakang atau kaki ayun.
Kaki ayun (dengan lutut dibengkokkan) bersiap untuk ke atas mistar disertai ayunan kedua lengan dari belakang ke atas depan. Hal ini dimaksudkan untuk membawa persendian bahu ke atas, sehingga seluruh tubuh terangkat melayang dan melewati mistar.
3. Sikap Badan di Atas Mistar
Sikap badan di atas mistar sangat erat hubungannya dengan sudut awalan pada waktu akan melakukan tolakan. Jadi, sikap badan di atas mistar ditentukan dari mulai dan saat lepasnya kaki tolak sampai badan melayang di atas mistar.
Sikap badan di atas mistar pada gaya guling adalah sebagai berikut.
Pada waktu kaki diayunkan ke atas mistar dan berada pada titik yang tertinggi, secepatnya badan terbalik sampai perut menghadap mistar.
Lutut kaki yang digunakan untuk menolak segera dilipat ke samping atas sedikit ke belakang agar dapat melewati mistar.
Kepala ditundukkan ke bawah mistar sehingga pundak lebih rendah dari panggul. Kedua tangan sedikit dirapatkan dengan panggul atau perut.
4. Sikap Badan Saat Mendarat
Sikap mendarat atau sikap jatuh pada lompat tinggi gaya guling perlu dilakukan dengan baik sehingga tidak akan menimbulkan kecelakaan atau cedera pada bagian tubuh. Untuk itu perlu diperhatikan cara mendarat, yaitu
Jika kaki ayun menggunakan kaki kanan, waktu mendarat yang pertama kali menyentuh matras atau pasir adalah kaki kanan dan tangan kanan.
Kemudian menggulingkan badan ke depan pada bahu sebelah kanan.
Begitupun sebaliknya, apabila kaki ayun menggunakan kaki kiri, kaki yang pertama mendarat di atas matras adalah kaki kiri.
Baca juga: 5 Variasi Gerakan Lompat Tinggi yang Perlu Diketahui
Demikian penjelasan mengenai tahapan melakukan lompat tinggi gaya straddle. Pada dasarnya, gaya straddle adalah teknik olahraga lompat tinggi dengan mendahulukan kepala saat melewati palang atau mistar dengan posisi atlet menghadap tiang mistar. (MRZ)
