Teks Khutbah Jumat Bulan Syaban Menjelang Ramadan

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teks khutbah Jumat bulan Syaban merupakan sarana yang tepat untuk menyampaikan makna dan keutamaannya. Salat Jumat wajib hukumnya bagi laki-laki sehingga yang akan menyimak khutbah lebih banyak.
Teks khutbah ada yang disiapkan oleh khatib sendiri, ada pula yang diambil dari Kanwil Kemenag setempat. Namun umumnya topik yang dibawakan menyesuaikan dengan hari-hari penting dalam agama Islam.
Teks Khutbah Jumat Bulan Syaban
Dalam kalender Hijriah, Syakban adalah bulan ke delapan, tepat sebelum Ramadan. Di bulan ini, umat Islam disarankan untuk meningkatkan ibadah sebagai persiapan jasmani dan rohani sebelum memasuki bulan suci.
Sejalan dengan itu, khutbah-khutbah salat Jumat di masjid juga bertemakan Syakban. Dalam salat Jumat, wajib ada 2 khutbah dan khatib harus duduk di antara khutbah.
Berikut ini adalah contoh teks khutbah Jumat bulan Syaban untuk khutbah pertama, yang dikutip dari Khutbah Jumat: Tema-tema Kontemporer, Najamuddin Petta Solong (2024:85).
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin, sidang salat Jumat yang mulia.
Alhamdulillah atas berkat limpahan rahmat Allah Swt, kita dapat hadir lagi untuk menjalankan salat Jumat di masjid yang kita cintai ini. Tak lupa, marilah kita haturkan salawat dan salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan para sahabat-Nya.
Semoga kita semua termasuk umat-Nya yang takwa. Amin ya robbal alamiin.
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Para ulama mengatakan bahwa bulan ini dinamakan bulan Syakban karena berasal dari kata sya'b dan syi'b, yang kadang disebut lembah. Manusia berpencar mencari air setelah berakhirnya bulan Rajab. Banyak orang menganggap Syakban tidak istimewa. Tapi Rasulullah tidak demikian.
Nabi Muhammad saw justru memperbanyak puasa di bukan Syaban. Imam Ahmad dan Imam Nasai meriwayatkan, ketika sahabat Nabi, yaitu Usamah bin Zaid r.a. bertanya mengapa Nabi memperbanyak puasa, Nabi menjawabnya dengan dua alasan.
Pertama: "Itulah bulan yang manusia lalai darinya, bulan yang berada di antara Rajab dan Ramadan ..." (HR An-Nasa'i).
Kedua: "Dia adalah bulan yang diangkat di dalamnya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku senang jika amalanku diangkat sementara aku sedang berpuasa." (HR An-Nasa'i).
Karena itu, marilah kita memperbanyak ibadah di bulan Syakban, terutama ibadah puasa sunah. Mari kita mulai bertobat dan melatih diri agar puasa wajib di bulan Ramadan nanti terasa ringan.
Teks khutbah Jumat bulan Syaban di atas berisi ajakan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin jelang Ramadan. Syakban adalah bulan yang penting sebagaimana ajaran Nabi Muhammad saw. yang memanfaatkan bulan ini sebaik-baiknya. (lus)
Baca juga: Setelah Nisfu Syaban Apakah Bolehkah Puasa Ganti? Ini Penjelasannya
