Konten dari Pengguna

Tema Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak serta Pesan Amanatnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tema hikayat sa ijaan dan ikan todak - Sumber: pexels.com/@chuck/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tema hikayat sa ijaan dan ikan todak - Sumber: pexels.com/@chuck/

Secara garis besar, tema Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak mengangkat nilai-nilai keberanian, kecerdikan, dan rasa tanggung jawab. Dalam dunia sastra Melayu klasik, hikayat mengandung tema yang berkaitan dengan nilai-nilai moral dan sosial yang relevan bagi kehidupan.

Memahami lebih dalam mengenai tema dan pesan dalam suatu hikayat merupakan hal yang menarik. Khususnya bagi orang-orang yang tertarik dengan dunia sastra.

Tema Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak

Ilustrasi tema hikayat sa ijaan dan ikan todak - Sumber: Pexels.com/Pixabay

Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak adalah kumpulan cerita rakyat yang berasal dari daerah Kotabaru, Kalimantan Selatan. Berdasarkan buku Koleksi Terbaik Cerita Rakyat Nusantara, Putri Khumairah, (2017:113), cerita ini mengisahkan tentang Datu Mabrur yang bertapa di antara Selat Laut dan Selat Makassar.

Di akhir masa pertapaannya, seekor ikan todak besar menyerangnya. Meski begitu, Datu Mabrur berhasil mengalahkan ikan tersebut. Setelah kekalahannya, ikan todak berjanji akan memenuhi segala permintaan Datu Mabrur asalkan bersedia membantunya menyembuhkan luka-lukanya.

Tema Hikayat Sa- Ijaan dan Ikan Todak ini adalah tentang keinginan akan tempat tinggal dan persatuan dalam keberagaman. Kisah ini mengisahkan perjuangan Datu Mabrur yang mengharapkan tanah untuk keturunannya dan upaya sang Datu dalam mencapai tujuannya dengan tetap menjaga kedamaian.

Selain itu, tema persaudaraan juga muncul dalam kata “Sa-ijaan,” yang berarti satu mufakat, satu hati, dan seiya sekata. Kerja sama antara makhluk darat dan laut untuk mewujudkan pulau baru menunjukkan nilai penting dari persatuan dan semangat gotong royong dalam mencapai tujuan mulia.

Pesan dan Amanat dalam Hikayat Sa-ijaan dan Ikan Todak

Ilustrasi tema hikayat sa ijaan dan ikan todak - Sumber: Pexels.com/Suzy Hazelwood

Cerita Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak menyampaikan berbagai pesan moral dan amanat berharga yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah pesan dan amanat dari hikayat tersebut.

1. Pentingnya Bersikap Tenang dan Bijaksana

Datu Mabrur menunjukkan bahwa ketenangan dan kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan (seperti serangan Raja Ikan Todak) mampu membawa keberhasilan. Sikap tenang membantu mengatasi masalah dengan kepala dingin dan tanpa emosi yang berlebihan.

2. Nilai Kejujuran, Kesetiaan, dan Kepercayaan

Hubungan antara Datu Mabrur dan Raja Ikan Todak mencerminkan kepercayaan dan kesetiaan untuk memenuhi janji yang telah dibuat. Ini mengajarkan bahwa menjunjung tinggi nilai kejujuran dan menjaga kepercayaan orang lain akan memberikan hasil yang positif.

3. Kesederhanaan dan Keikhlasan

Penolakan Datu Mabrur terhadap tawaran kemewahan istana laut dan pilihannya untuk hidup sederhana di daratan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tak selalu ditemukan dalam kemewahan. Bisa saja hal itu didapatkan dalam kepuasan batin dan kehidupan yang sederhana.

4. Menepati Janji dan Berkomitmen

Raja Ikan Todak yang memenuhi janjinya untuk menciptakan daratan sebagai tempat tinggal Datu Mabrur dan keturunannya menunjukkan pentingnya memegang komitmen. Pesan ini mengingatkan bahwa memenuhi janji akan memberikan dampak positif, seperti hubungan yang harmonis dan timbal balik yang saling menguntungkan.

Tema Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak serta pesan yang disampaikan mendorong pembaca untuk menjalani hidup dengan integritas dan mengutamakan nilai-nilai moral. Selain itu juga kemampuan untuk mengaplikasikan sikap-sikap positif dalam interaksi sosial. (DNR)

Baca Juga: Unsur Intrinsik Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak