Konten dari Pengguna

Teori Pertumbuhan Ekonomi Menurut Para Ahli

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teori pertumbuhan ekonomi. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teori pertumbuhan ekonomi. Sumber: www.unsplash.com

Pertumbuhan ekonomi merupakan situasi yang melibatkan berbagai faktor dan dinamika dalam suatu negara atau wilayah. Para ahli ekonomi telah mengembangkan berbagai teori pertumbuhan ekonomi untuk menjelaskan proses dan faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Mengutip laman klc2.kemenkeu.go.id, pertumbuhan ekonomi menjelaskan tentang faktor-faktor yang memengaruhi atau menentukan pertumbuhan ekonomi dan prosesnya dalam jangka panjang.

Teori Pertumbuhan Ekonomi yang Dikemukakan oleh Para Ahli

Ilustrasi teori pertumbuhan ekonomi. Sumber: www.unsplash.com

Pertumbuhan ekonomi adalah sebuah proses dari perubahan kondisi perekonomian yang terjadi di suatu negara secara berkesinambungan untuk menuju keadaan yang dinilai lebih baik selama jangka waktu tertentu.

Berikut adalah ulasan tentang teori pertumbuhan ekonomi yang dikemukakan oleh para ahli.

1. Teori Klasik

Teori pertumbuhan ekonomi klasik beranggapan bahwa suatu negara akan mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi seiring bertambahnya populasi serta sumber daya yang semakin terbatas.

Ahli yang merumuskan teori pertumbuhan ekonomi klasik adalah sebagai berikut.

  1. Adam Smith

    Filsuf dan ahli ekonomi ini merumuskan teorinya dalam buku berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Dalam buku tersebut, Adam Smith mengatakan pertumbuhan ekonomi bertumpu pada peningkatan populasi yang berdampak pada bertambahnya output dan hasil.

  2. David Ricardo

    David Ricardo merumuskan teori ini dalam buku berjudul The Principles of Political and Taxation. Bertolak belakang dengan pendapat Adam Smith sebelumnya, menurutnya pertumbuhan penduduk yang besar dapat berdampak pada kelebihan tenaga kerja sehingga upah yang diberikan akan menurun.

    Sementara upah tersebut nantinya digunakan untuk membiayai taraf hidup minimum pekerja sehingga kondisi ekonomi akan mengalami kemandegan atau stationary state.

2. Teori Neo Klasik

Teori pertumbuhan ekonomi Neoklasik menjelaskan faktor pertumbuhan ekonomi negara dapat stabil dengan tiga komponen penting, yaitu tenaga kerja, modal, dan teknologi.

Ahli ekonom yang menopang teori pertumbuhan Neoklasik adalah sebagai berikut.

  1. Joseph Schumpeter

    Menurut Joseph Schumpeter, ekonomi suatu negara dapat meningkat jika pengusaha menciptakan inovasi dan membuat kombinasi baru terkait proses produksi hingga investasi bisnisnya.

  2. Robert M. Solow

    Teori pertumbuhan ekonomi Robert M. Solow lebih menekankan pada rangkaian kegiatan produksi yang dilakukan manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil atau output. Menurutnya, pertumbuhan penduduk bisa berdampak positif dan negatif, maka kondisi tersebut harus dimanfaatkan sebagai sumber daya yang produktif.

3. Teori Historis

Teori pertumbuhan ekonomi historis fokus melihat proses perkembangan ekonomi dari tahap prasejarah hingga industri dan masyarakat dunia yang memiliki tingkat konsumsi yang tinggi. Ahli yang mendukung teori historis ini adalah sebagai berikut.

  1. Friedrich List

    Friedrich List menganggap pertumbuhan ekonomi suatu negara dilihat dari teknik produksi sebagai sumber utama. Adapun tahapannya terdiri dari masa berburu, beternak, bertani, kerajinan, serta industri perdagangan.

  2. Bruno Hildebrand

    Bruno Hildebrand meninjau perkembangan teknologi dapat dilihat dari cara pertukaran di tengah masyarakat misalnya pertukaran barang atau barter, pertukaran dengan uang, atau pertukaran dengan kredit.

  3. Werner Sombart

    Werner Sombart beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat meningkat karena dalam masyarakat terdiri dari susunan organisasi dan ideologi yang berbeda. Tahapannya terdiri dari perekonomian tertutup, kerajinan dan pertumbuhan, serta kapitalisme.

4. Teori Pertumbuhan Ekonomi-Modern

Pertumbuhan ekonomi terbagi menjadi 5 tahap, yaitu

  1. Masyarakat Tradisional

    Ini adalah tahap di mana kegiatan produksi masih sederhana hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri.

  2. Pra Lepas Landas

    Tahap ini masyarakat berada dalam proses transisi dengan menerapkan ilmu modern untuk produksi di bidang pertanian maupun industri.

  3. Lepas Landas

    Tahap di mana masyarakat memperkuat dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas dengan melakukan investasi efektif dan tabungan produktif.

  4. Dorongan menuju Kedewasaan

    Yaitu tahap perekonomian tumbuh secara teratur dan lapangan usaha terus bertambah beriringan dengan penerapan teknologi modern. Selain itu, investasi dan tabungan efektif meningkat hingga 20 persen.

  5. Konsumsi Tinggi

    Merupakan tahap dimana sektor industri merupakan sektor yang memimpin. Pendapatan riil per kapita terus meningkat sehingga sebagian masyarakat mengalami peningkatan konsumsi yang melampaui kebutuhan bahan dasar.

Baca juga: Neraca Pembayaran: Pengertian, Tujuan, Jenis dan Komponen-komponennya

Teori pertumbuhan ekonomi yang diusulkan oleh para ahli tersebut memberikan wawasan yang berharga tentang faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan ekonomi suatu negara.

Dengan memahami berbagai teori ini, pemerintah dan pembuat kebijakan dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (VAN)